China Berharap Surat Tarif Trump Selaras dengan Komitmen Xi Jinping
Poin Penting
|
BEIJING, investortrust.id – Pemerintah China menyuarakan harapannya agar surat tarif baru yang direncanakan Presiden AS Donald Trump akan sejalan dengan semangat dan isi pembicaraan telepon antara Presiden Xi Jinping dan Trump pada awal Juni lalu.
Baca Juga
Dalam konferensi pers rutin di Beijing, Jumat (4/7/2025), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa China berharap Amerika Serikat akan “bekerja sama ke arah yang sama untuk menegakkan kesepahaman bersama” yang dicapai selama percakapan telepon kedua kepala negara pada 5 Juni 2025.
Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari sebelum Trump mengirimkan sekitar 200 surat berisi ketentuan tarif baru ke berbagai negara, termasuk China, menjelang tenggat 9 Juli — batas akhir penangguhan tarif dagang yang sempat diberlakukan selama 90 hari sejak awal April.
Trump sebelumnya mengatakan isi surat tersebut akan mencerminkan “perlakuan negara-negara terhadap AS” dalam hal perdagangan dan menyebut surat itu sebagai langkah yang diharapkan dapat “mengakhiri sengketa dagang yang berlangsung selama bertahun-tahun.”
Di saat China mendorong agar surat tersebut mencerminkan semangat kerja sama, Trump justru menekankan bahwa AS akan mengevaluasi setiap negara secara individual sebelum menetapkan tarif. “Untuk beberapa negara, kami tidak peduli, kami hanya akan menetapkan tarif yang tinggi,” ujarnya.
Meski begitu, AS telah menyepakati tarif minimal dengan China dan menjalin kesepakatan parsial dengan Inggris dan Vietnam. Dalam kasus Vietnam, Trump mengumumkan tarif 20% untuk ekspor langsung dan 40% untuk produk transit, lebih rendah dari tarif 46% yang sempat diusulkan, namun tetap lebih tinggi dari tarif universal 10%.
Baca Juga
AS-China Sepakati Kerangka Dagang Baru, Fokus pada ‘Rare Earth’ dan Teknologi
Presiden Xi sendiri dalam percakapan sebelumnya menekankan perlunya pendekatan objektif terhadap perkembangan hubungan dagang bilateral dan mengundang Trump untuk mengunjungi Beijing dalam waktu dekat. Trump, dalam keterangannya kepada media, menyebut hasil diskusi tersebut sebagai “sangat positif bagi kedua negara”.
“Tidak ada pemenang dalam perang tarif. Kami berharap AS dapat bersama-sama mempromosikan perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan China-AS yang sehat, stabil, dan berkelanjutan,” tegas Mao Ning, seperti dikutip Antara.

