Penjualan Ritel AS Maret Naik 1,4%, Lebih Tinggi dari Perkiraan
WASHINGTON, investortrust.id - Pengeluaran konsumen AS pada Maret lebih kuat dari perkiraan. Permintaan tetap tinggi, meskipun sentimen menurun. Demikian laporan Departemen Perdagangan AS, Rabu (16/4/2025).
Baca Juga
Penjualan Ritel AS Februari Naik 0,2%, tapi Pengeluaran Lebih Rendah dari Perkiraan
Estimasi awal penjualan ritel menunjukkan kenaikan sebesar 1,4% dibandingkan bulan sebelumnya, lebih tinggi dari perkiraan Dow Jones sebesar 1,2% dan juga melampaui kenaikan 0,2% pada Februari. Kenaikan tahunan mencapai 4,6%, menurut angka yang disesuaikan secara musiman namun tidak untuk harga, sementara kenaikan bulanan ini merupakan yang terbesar sejak Januari 2023.
Tidak termasuk mobil, angkanya juga lebih kuat dari perkiraan, dengan penjualan naik 0,5% dibandingkan dengan perkiraan 0,3%. Para ekonom memperkirakan angka penjualan mobil akan melonjak karena konsumen bergegas membeli sebelum tarif agresif dari Presiden Donald Trump diberlakukan.
Dealer kendaraan bermotor dan suku cadang melaporkan lonjakan penjualan sebesar 5,3%.
Data ini menunjukkan bahwa pengeluaran tetap kuat meskipun ada tekanan dari ancaman tarif dan ekspektasi bahwa ekonomi sedang melemah.
Baca Juga
Powell Sebut The Fed Hadapi Dilema, Antara Mengendalikan Inflasi dan Mendorong Pertumbuhan
“Secara keseluruhan, ini adalah angka yang luar biasa dari penjualan ritel bulan Maret, seolah-olah ini adalah obral besar-besaran. Konsumen memperkirakan harga akan melonjak tajam tahun depan dan mulai mengosongkan rak-rak toko dan mencari barang murah selagi bisa,” beber Chris Rupkey, kepala ekonom di Fwdbonds.
Pasar bereaksi sedikit terhadap rilis ini, dengan kontrak berjangka saham turun tipis dan imbal hasil obligasi jangka panjang naik.
Laporan ritel ini bertentangan dengan berbagai survei sentimen baru-baru ini yang menunjukkan ketakutan luas bahwa tarif Trump akan mendorong ekonomi ke dalam resesi dan memicu lonjakan harga. Pekan lalu, survei sentimen konsumen dari Universitas Michigan—yang sangat diperhatikan—mencatat angka terendah kedua dalam sejarahnya dan ekspektasi inflasi satu tahun ke depan tertinggi sejak 1981.
Selain lonjakan besar dalam penjualan otomotif, toko perlengkapan olahraga, hobi, dan musik mengalami kenaikan 2,4%, sementara toko bahan bangunan dan kebun naik 3,3%. Layanan makanan dan tempat minum naik 1,8%, sementara SPBU melaporkan penurunan 2,5% karena harga turun selama bulan tersebut.

