Dubes Iran Respons Santai soal Prabowo Terima Telepon Trump
JAKARTA, investortrust.id - Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, memberikan respons santai soal Presiden Prabowo Subianto yang menerima telepon dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beberapa waktu lalu.
Enggan berspekulasi lebih jauh, ia menyebut komunikasi antara Prabowo bersama Trump merupakan bagian dari diplomasi pemimpin dua negara.
"Presiden Prabowo adalah sangat aktif di bidang diplomasi luar negeri," kata Boroujerdi kepada awak media saat ditemui di kediamannya, Menteng, Jakarta, Selasa (17/6/2025).
Boroujerdi mengatakan pemerintah Republik Islam Iran meyakini Prabowo sebagai pimpin yang memiliki integritas. Ia pun meyakini, komunikasi Prabowo bersama Trump, serta lawatan kepala negara itu ke Russia merupakan hal yang penting bagi Indonesia.
"Kami meyakini langkah Presiden (Prabowo) dalam kaitan kepentingan Indonesia, beliau mengunjungi (negara lain), berkomunikasi dan melakukan interaksi dengan berbagai negara di dunia," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Boroujerdi mengungkap pemerintah Iran telah mengundang Prabowo untuk mengunjungi Teheran. Ia pun menekankan pemerintah Republik Islam Iran akan menyiapkan dan menjamin keberadaan Prabowo apabila bersedia mengunjungi Teheran.
"Tentu saja apabila Presiden Prabowo ingin berkunjung ke Iran, atas undangan dari Presiden Republik Islam Iran, kita bisa menngusulkan dan mengatur waktu yang sangat tepat. Agar kedua belah pihak bisa melakukan pembicaraan berkaitan dengan hal-hal terkait," ungkapnya.
Diberitakan Prabowo akan melakukan perjalanan menuju Rusia, untuk memenuhi undangan langsung dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. Prabowo dijadwalkan akan diterima secara resmi dalam upacara penyambutan kenegaraan dan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Putin.
"Di Rusia, Presiden Prabowo, yang diundang langsung oleh Presiden Putin, akan diterima secara resmi sambutan kenegaraan, dan akan melakukan pertemuan bilateral pada 19 Juni 2025," ungkap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya pada Minggu (15/6/2025).
Sebelum memenuhi undangan Putin, Prabowo terlebih dulu menerima sambungan telepon dari Donald Trump, Kamis (12/6/2025) malam. Dalam percakapan yang berlangsung selama hampir 15 menit tersebut, kedua pemimpin negara saling bertukar kabar sekaligus membahas perkembangan terkini kedua negara.
“Kedua pemimpin saling menanyakan kabar serta perkembangan terkini, baik di Amerika maupun di Indonesia,” kata Seskab Teddy dalam keterangannya, Jumat (13/6/2025).
Dalam pembicaraan hangat tersebut, kedua pemimpin juga membahas kerja sama bilateral antara kedua negara. Prabowo dan Trump sepakat untuk terus meningkatkan hubungan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Sebagai pemimpin dua negara besar, keduanya juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat, serta menegaskan dukungan mereka terhadap upaya menjaga stabilitas dan perdamaian global,” ungkap Teddy.
Komunikasi Prabowo bersama Trump dan Putin menjadi sorotan karena bertepatan dengan adanya gejolak di wilayah Timur Tengah akibat memanasnya hubungan Iran dengan Israel. Diketahui ketegangan kedua pihak meningkat setelah rezim zionis Israel melancarkan serangan rudal ke wilayah Iran pada Jumat (13/6/2025) lalu.

