Serang Tel Aviv dan Haifa dengan ‘Metode Baru’, Iran Bobol Pertahanan Israel
TEL AVIV, investortrust.id - Serangan rudal Iran menghantam Tel Aviv dan kota pelabuhan Haifa pada Senin (16/6/2025) dini hari, menghancurkan sejumlah kawasan permukiman dan meningkatkan kekhawatiran para pemimpin dunia di KTT G7 bahwa konfrontasi ini bisa berkembang menjadi konflik kawasan yang lebih luas.
Baca Juga
Setidaknya lima orang tewas dalam serangan terbaru tersebut, menurut layanan darurat nasional Israel. Dengan ini, total korban tewas di pihak Israel sejak Jumat naik menjadi 18 jiwa, dengan lebih dari 100 lainnya terluka dalam gelombang serangan balasan Iran terhadap operasi militer Israel yang menargetkan program nuklir dan rudal balistik Teheran.
Di Haifa, operasi pencarian dan evakuasi terus berlangsung setelah sekitar 30 orang dilaporkan terluka. Media lokal juga melaporkan kebakaran hebat di fasilitas pembangkit listrik dekat pelabuhan.
Cuplikan video menunjukkan sejumlah rudal melintas di atas Tel Aviv dan ledakan terdengar hingga Yerusalem. Beberapa bangunan apartemen di permukiman padat di Tel Aviv hancur, dengan kaca hotel dan rumah di sekitarnya pecah akibat gelombang kejut — hanya beberapa ratus meter dari kantor perwakilan Kedutaan Besar AS. Duta Besar AS mengatakan bangunan tersebut mengalami kerusakan ringan tanpa korban luka di antara staf.
Guydo Tetelbaun, seorang koki berusia 31 tahun, tengah berada di apartemennya di Tel Aviv ketika sirene peringatan berbunyi sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat.
“Seperti biasa, kami lari ke tempat perlindungan di seberang jalan. Tak lama, pintunya jebol. Beberapa orang masuk dengan tubuh penuh luka dan darah. Setelah keadaan agak tenang, kami kembali ke apartemen dan melihat tidak banyak yang tersisa. Dinding runtuh, jendela hancur,” bebernya.
Menurut dia, hal yang paling menakutkan adalah situasi yang penuh ketidakpastian. "Ini bisa jadi awal dari masa panjang seperti ini, atau malah memburuk... tapi ketidakpastian itulah yang paling menakutkan,” ujarnya.
Rudal juga menghantam kawasan pasar Shuk HaCarmel yang biasanya ramai oleh warga dan turis, serta bar dan restoran populer. Serangan lain mengenai jalan pemukiman di Petah Tikva dan sebuah sekolah di kota ultra-Ortodoks Bnei Brak.
Metode Serangan
Korps Garda Revolusi Iran mengeklaim bahwa serangan kali ini menggunakan “metode baru” yang membuat sistem pertahanan berlapis Israel justru saling mengganggu, sehingga Iran mampu menghantam lebih banyak sasaran secara efektif.
Militer Israel belum memberikan komentar resmi, namun sebelumnya mereka menyatakan bahwa sistem pertahanan Iron Dome tidak menjamin perlindungan 100%. Pemerintah memperingatkan bahwa hari-hari sulit masih akan datang.
“Diktator arogan Teheran kini menjadi pembunuh pengecut yang menyerang kawasan sipil untuk menghentikan IDF (militer Israel) melanjutkan operasi yang sedang menghancurkan kemampuannya,” kata Israel Katz, Menteri Pertahanan Israel. “Penduduk Teheran akan membayar harganya, dan itu akan segera terjadi,” tambahnya.
Jumlah korban jiwa di Iran sudah mencapai sedikitnya 224 orang, menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, dengan 90% di antaranya dilaporkan warga sipil.
Militer Israel menyatakan pada Senin pagi bahwa mereka kembali meluncurkan serangan terhadap pusat komando Garda Revolusi dan militer Iran.
G7 Terpecah
Para pemimpin negara-negara G7 mulai berkumpul di Pegunungan Rocky, Kanada, pada Minggu. Krisis Israel-Iran menjadi salah satu prioritas utama pertemuan.
Baca Juga
Konflik Israel-Iran Alihkan Fokus KTT G7, Para Pemimpin Dunia Hadapi Ujian Soliditas
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa targetnya adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir, menjamin hak Israel untuk membela diri, dan menciptakan ruang bagi diplomasi.
“Isu ini akan berada di urutan atas agenda KTT G7,” kata Merz kepada wartawan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan sebelum berangkat ke KTT, “Saya harap akan ada kesepakatan. Menurut saya ini saatnya mencapai kesepakatan. Tapi kadang mereka harus bertempur dulu.”
Di pasar global, harga minyak Brent menguat 0,5% pada perdagangan Asia Senin pagi, melanjutkan lonjakan akhir pekan lalu. Namun, pasar saham dan mata uang di Asia masih cenderung stabil.
“Ini lebih menjadi cerita minyak daripada cerita saham untuk saat ini,” kata Jim Carroll, penasihat investasi dan manajer portofolio di Ballast Rock Private Wealth. “Pasar saham tampaknya masih bertahan.”
Trump Tolak Targetkan Khamenei
Di Washington, dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Trump menolak rencana Israel untuk menyerang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Ketika ditanya soal laporan tersebut, Benjamin Netanyahu menyebut banyak laporan yang tidak benar. “Kami melakukan apa yang perlu kami lakukan,” ujar Netanyahu kepada Fox News.
Serangan awal Israel pada Jumat disebut telah menghancurkan jajaran tertinggi komando militer Iran dan merusak situs nuklir, dengan janji kampanye ini akan terus berlanjut. Iran membalas dengan janji akan “membuka gerbang neraka.”
Trump mendukung serangan Israel, namun membantah keterlibatan langsung AS dan memperingatkan Iran agar tidak menyerang sasaran Amerika. Pejabat AS menyebut bahwa militer AS membantu menembak jatuh beberapa rudal Iran yang diarahkan ke Israel.
Trump menegaskan bahwa satu-satunya jalan damai adalah jika Iran setuju membatasi program nuklirnya secara ketat. Iran menyatakan program tersebut hanya untuk tujuan damai. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kepada parlemen pada Senin bahwa negaranya tidak berniat membuat senjata nuklir, namun akan terus mengejar hak atas energi dan riset nuklir.

