Harga Emas Naik Tajam Gara-Gara Ini
NEW YORK, investortrust.id – Harga emas menguat tajam pada Kamis (15/5/2025) setelah serangkaian data ekonomi AS yang lemah memperkuat ekspektasi pelonggaran moneter dari Federal Reserve, sementara ketegangan geopolitik menyumbang arus modal ke aset lindung nilai.
Baca Juga
Harga emas spot naik 1,2% ke posisi 3.226,6 dolar AS per ons, berbalik arah dari posisi terendah satu bulan sebelumnya. Kontrak berjangka emas AS pun menguat hampir 1% menjadi 3.218,70 dolar AS.
Pelemahan indeks dolar sebesar 0,1% menjadi salah satu pendorong utama penguatan harga logam mulia. Lemahnya dolar menjadikan emas lebih murah bagi investor luar negeri, sehingga meningkatkan daya beli secara global.
Data ekonomi yang dirilis Kamis menunjukkan bahwa inflasi produsen AS mencatatkan penurunan tak terduga pada April. Sementara itu, pertumbuhan penjualan ritel juga melambat, memperkuat laporan sebelumnya mengenai inflasi konsumen yang lebih rendah dari estimasi pasar.
“Data hari ini memberi ruang lebih besar bagi The Fed untuk memangkas suku bunga, dengan ekspektasi kebijakan yang lebih dovish mulai terbentuk di pasar,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden dan analis senior logam di Zaner Metals, seperti dikutip CNBC.
Ia juga menyoroti aspek geopolitik sebagai katalis tambahan. “Ketidakhadiran Putin dalam perundingan damai di Turki memperlemah harapan akan kemajuan diplomatik, dan saya kira ini turut menopang harga emas hari ini,” tambah Grant.
Geopolitik dan Perdagangan
Presiden Rusia Vladimir Putin diketahui hanya mengirim delegasi tingkat kedua dalam pembicaraan damai dengan Ukraina yang digelar di Turki, menolak ajakan Kyiv untuk bertemu langsung dengan Presiden Volodymyr Zelenskiy. Ketegangan ini menambah tekanan pada risiko geopolitik global yang selama ini menjadi sentimen utama permintaan emas.
Baca Juga
Putin dan Trump Tak Akan Hadir di Istanbul, Harapan Perdamaian Rusia-Ukraina Meredup
Sementara itu, investor global tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian arah kebijakan perdagangan global. Meskipun AS dan China telah menyepakati jeda tarif selama 90 hari, belum ada kepastian tentang arah jangka panjang hubungan dagang kedua negara.
Kenaikan harga emas turut diikuti oleh logam mulia lainnya. Harga perak spot naik 0,6% menjadi 32,42 dolar AS per ons. Platinum bertambah 1,3% ke 989,05 dolar AS, sementara paladium melonjak 1,6% ke 966,05 dolar AS.
Menurut laporan Johnson Matthey, pasar paladium yang selama ini mengalami defisit sejak 2012, diproyeksikan akan memasuki kondisi seimbang pada tahun ini, karena penurunan permintaan kendaraan berbahan bakar bensin dan meningkatnya aktivitas daur ulang di China.

