Kunjungi Qatar, Trump Bakal Mampir ke Pangkalan Militer AS
LUSAIL, Investortrust.id – Di sela kunjungannya ke Qatar, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan mengunjungi sebuah pangkalan militer AS yang menjadi pusat keterlibatan Amerika di Timur Tengah, Kamis (15/5/2025).
Diberitakan ABC News, Trump berencana menyampaikan pidato di hadapan pasukan AS di Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar. Pangkalan militer ini menjadi pangkalan utama selama perang AS di Irak dan Afghanistan, serta mendukung perang udara terbaru AS terhadap pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman. Trump memuji negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Qatar sebagai model pembangunan ekonomi di kawasan yang dilanda konflik, sekaligus berusaha membujuk Iran untuk menerima kesepakatan dengan AS untuk membatasi program nuklirnya.
Trump juga menggunakan kunjungannya untuk mengumumkan rencana pengakuan terhadap pemerintahan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa, serta untuk melonggarkan sanksi terhadap negara yang dilanda perang tersebut. Sekadar informasi, AS telah menempatkan lebih dari 1.000 tentara di Suriah selama bertahun-tahun untuk mencegah kebangkitan kembali kelompok Negara Islam (ISIS).
Trump memuji al-Sharaa yang nota bene diketahui pernah memiliki hubungan dengan al-Qaida dan bergabung dengan kelompok pemberontak yang melawan pasukan AS di Irak. Belakangan al-Sharaa terlibat dalam perang saudara Suriah. Trump menyebut al-Sharaa sebagai “pria muda yang menarik. Pria yang tangguh. Masa lalu yang kuat. Sangat kuat. Seorang pejuang.”
Kondisi ini sangat kontras dengan masa-masa sebelumnya, ketika al-Sharaa pernah dipenjara oleh pasukan AS di Irak. Bahkan hingga Desember lalu masih ada hadiah sebesar US$ 10 bagi yang berhasil menangkapnya.
“Luar biasa apa yang telah kalian capai. Pada akhirnya, para ‘pembangun bangsa’ justru lebih banyak menghancurkan negara daripada membangunnya, dan para ‘intervensionis’ ikut campur dalam masyarakat yang kompleks tanpa memahami mereka sama sekali,” kata Trump saat berbicara di Arab Saudi pada hari pertamanya di kawasan Teluk.
Baca Juga
Kunjungi Teluk, Trump Dapat Komitmen Investasi Arab Saudi Rp 9.840 Triliun!
Sedikit informasi mengenai Pangkalan Udara al-Udeid di Qatar, pangkalan militer ini menampung sekitar 8.000 tentara AS, turun dari sekitar 10.000 pada puncak perang di Irak dan Afghanistan.
Negara Teluk yang kaya gas ini telah menghabiskan sekitar US$ 8 miliar selama dua dekade untuk mengembangkan pangkalan tersebut, yang dibangun di hamparan gurun sekitar 30 kilometer barat daya ibu kota Qatar, Doha.
Trump mengatakan bahwa ia dan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, juga akan menyaksikan demonstrasi kekuatan udara Amerika.
“Kalian membeli banyak peralatan itu sebenarnya,” kata Trump pada hari Rabu saat ia dan Sheikh Tamim menandatangani serangkaian perjanjian bilateral dan bisnis antara kedua negara. “Dan saya rasa kita akan melihat sebagian dari peralatan itu beraksi besok…. kita tidak akan menyebutnya pameran udara….. Kita akan menampilkan pertunjukan yang luar biasa. Mereka punya pesawat dan peralatan kita yang terbaru dan terbaik,” kata Trump.
Di antara perjanjian yang ditandatangani kedua pemimpin pada hari Rabu (14/5/2025)di antaranya akan memungkinkan Qatar membeli drone buatan Amerika MQ-9B, versi ekspor dari Reaper.

