Pasar Asia-Pasifik Mayoritas Menguat Setelah Reli Saham Teknologi di Wall Street
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik sebagian besar menguat pada Selasa (15/4/2025) setelah ketiga indeks utama di Wall Street naik akibat reli saham teknologi.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik Menguat Setelah Trump Tunda Tarif atas Produk Elektronik
Dikutip dari CNBC, indeks acuan Jepang, Nikkei 225, naik 1,02%, sementara indeks Topix yang lebih luas menguat 1,32%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi bertambah 0,71%, sementara Kosdaq yang berisi saham-saham kapitalisasi kecil bergerak datar.
Indeks Hang Seng Hong Kong dibuka menguat 0,32%, sementara CSI 300 Tiongkok daratan naik 0,2% pada awal perdagangan.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,42%.
India diperkirakan akan merilis angka inflasi bulan Maret pada hari ini. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks harga konsumen negara itu akan berada di angka 3,60%, dibandingkan dengan 3,61% pada bulan sebelumnya.
Survei terpisah menunjukkan bahwa indeks harga grosir India diperkirakan berada di angka 2,5% pada bulan Maret, naik dari 2,38% pada bulan Februari.
Kontrak berjangka AS turun tipis karena investor menunggu laporan pendapatan kuartal pertama dan mencermati rencana tarif Presiden Donald Trump.
Pengumuman dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa pihaknya akan menyelidiki dampak dari “impor semikonduktor dan peralatan manufaktur semikonduktor” serta “produk farmasi dan bahan bakunya, termasuk obat jadi,” terhadap keamanan nasional AS.
Di AS, saham-saham menguat dalam perdagangan yang bergejolak, berkat reli pada saham teknologi yang dipicu oleh pengecualian tarif secara mengejutkan dari Trump.
Baca Juga
Saham ‘Big Tech’ di Wall Street Melonjak Setelah Pengecualian Tarif Trump, Dow Melesat 300 Poin
Dow Jones Industrial Average naik 312,08 poin, atau 0,78%, dan ditutup di 40.524,79. Nasdaq Composite naik 0,64% menjadi 16.831,48, sementara S&P 500 menambahkan 0,79% dan menetap di 5.405,97.

