Wow, Harga Emas Terbang ke Rekor Baru di Atas $3.100
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas melonjak ke rekor tertinggi di atas $3.100 per ons dalam reli yang menandai salah satu kenaikan paling signifikan dalam sejarah logam mulia ini. Level psikologis terlampaui oleh berbagai factor, termasuk kekhawatiran terhadap dampak dari tarif AS yang akan datang.
Baca Juga
Emas Kembali Cetak Rekor Tertinggi di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang
Emas spot mencapai rekor $3.128,06 per ons pada Senin (31/03/2025).
Ketidakpastian seputar tarif yang akan diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump menambah tekanan pada momentum kenaikan harga emas, termasuk permintaan kuat dari bank sentral, ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve, ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa, serta peningkatan arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis emas.
Emas diperkirakan mencatat kenaikan kuartalan terbesar sejak September 1986, dan telah mencetak 19 rekor tertinggi sepanjang masa pada tahun 2025, tujuh di antaranya berada di atas level $3.000 yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Harga emas telah naik 18% tahun ini, setelah melonjak 27% pada tahun 2024.
"Reli emas didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, kekhawatiran inflasi, dan permintaan investor yang kuat. Mengingat lingkungan makroekonomi saat ini, terutama ketidakpastian perang dagang dan kebijakan bank sentral, tren ini tampaknya berkelanjutan dalam jangka pendek," papar Alexander Zumpfe, pedagang logam mulia di Heraeus Metals Germany, seperti dikutip CNBC.
Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan tarif balasan pada 2 April, sementara tarif otomotif akan mulai berlaku pada 3 April.
Baca Juga
Ancaman Tarif Trump Bikin Wall Street Ambruk Lagi, Dow Ambles Lebih dari 500 Poin
"Ketidakpastian geopolitik tinggi, dengan konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung dan gencatan senjata penuh antara Rusia dan Ukraina yang masih sulit dicapai. Pernyataan Trump di akhir pekan mengenai Rusia, Iran, dan Greenland meningkatkan suhu geopolitik, semakin meningkatkan daya tarik emas," urai Nikos Tzabouras, analis pasar senior di Tradu.com.
Baca Juga
Trump Mengaku Sangat Marah pada Putin Soal Perdamaian di Ukraina
Tahun lalu, emas mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 2010, didorong oleh pelaku pasar yang beralih ke aset safe-haven akibat meningkatnya gejolak geopolitik yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah dan Eropa, serta untuk melindungi diri dari lanskap ekonomi yang tidak stabil di tengah pemerintahan Trump dan usulan tarifnya.
Faktor utama lain yang mendorong lonjakan ini adalah kebijakan pelonggaran suku bunga The Fed setelah bank sentral AS memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan September. Pejabat The Fed memperkirakan dua kali pemotongan suku bunga lagi pada akhir tahun ini.
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan, Masih Proyeksikan Dua Pemangkasan Tahun Ini
"Meskipun membeli emas dapat mengurangi eksposur bank sentral terhadap dolar, kami tidak berpikir lonjakan permintaan emas oleh bank sentral mencerminkan hilangnya kepercayaan besar terhadap dolar AS," beber para analis di Capital Economics.
Sebaliknya, persepsi emas sebagai aset safe-haven kemungkinan menjadi pendorong utama permintaan bank sentral. Bagaimanapun, para analis itu berpikir bahwa pembelian oleh sektor resmi akan mendukung harga emas ke level di atas konsensus $3.300 per ons pada akhir 2025.
Minat investor terhadap emas meningkat tajam, seperti yang terlihat dari peningkatan arus masuk ke ETF, yang mencatat arus masuk mingguan terbesar sejak Maret 2022, menandakan meningkatnya minat terhadap logam mulia ini.
"Sementara ETF di Amerika Utara mengalami arus masuk, tren yang lebih luas menunjukkan meningkatnya permintaan dari investor Eropa yang mencari aset safe-haven karena ketidakpastian politik," kata Zumpfe.

