AS: Korban Jiwa di Gempa Myanmar - Thailand Bisa Capai Ribuan Orang
WASHINGTON, Investortrust.id – Lembaga Survei Geologi AS (USGS) memperkirakan jumlah korban jiwa dalam gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Myanmar dan Thailand bisa mencapai ribuan orang, dengan kerugian ekonomi yang cukup besar, terutama di wilayah Sagaing dan Meiktila yang terdampak paling parah.
"Secara keseluruhan, penduduk di wilayah ini tinggal di bangunan yang rentan terhadap guncangan gempa, meskipun ada beberapa bangunan yang lebih tahan," demikian analisis USGS yang dikutip CAN News, Sabtu (29/3/2025).
"Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan besar kemungkinan terjadi, dan bencana ini diperkirakan berdampak luas," demikian USGS dalam pernyataannya.
❗️🇲🇲 - Myanmar is experiencing scenes straight out of a disaster movie.
— 🔥🗞The Informant (@theinformant_x) March 28, 2025
A major hospital in the capital, Naypyidaw, has been designated a "mass casualty area" following a powerful earthquake that struck the country on March 28, 2025.
The 7.7 magnitude quake, centered near… pic.twitter.com/SD3sgcUlff
Stasiun televisi pemerintah Myanmar, MRTV, melaporkan bahwa jumlah korban tewas sejauh ini telah mencapai sedikitnya 144 orang, dengan 732 lainnya luka-luka.
Pimpinan junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, dalam siaran televisi nasional, menyatakan bahwa ia telah membuka jalur bagi bantuan internasional dan telah menerima tawaran bantuan dari India serta blok negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).
Ia juga memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan masih akan bertambah.
Baca Juga
Gempa Bumi Magnitudo 7,7 Hantam Myanmar dan Thailand, 150 Korban Dilaporkan Tewas
Di Thailand, dari lokasi gedung yang runtuh dilaporkan bahwa upaya penyelematan pekerja yang terjebak baru mengalami sedikit kemajuan, karena tim penyelamat harus terlebih dahulu memastikan keamanan mereka sebelum masuk ke bawah reruntuhan.
"Kami mungkin menghadapi operasi penyelamatan yang sangat panjang, baik untuk menyelamatkan maupun mengevakuasi orang-orang yang masih terperangkap di bawah puing-puing," demikian disampaikan seorang petugas penyelamat Thailand.
Menurut gubernur Bangkok, setidaknya 83 pekerja konstruksi masih dikhawatirkan terjebak di dalam reruntuhan.
Mengenang saat gempa terjadi, koresponden CAN News, Saiyasombut menggambarkan suasana di Bangkok yang biasanya ramai berubah drastis. "Orang-orang berlarian ke jalanan, berusaha menjauh sejauh mungkin dari gedung-gedung tinggi."
Baca Juga
Gempa Myanmar – Thailand Bikin Gedung 30 Lantai di Thailand Runtuh Seketika
"Kota yang biasanya selalu hidup, yang tak pernah tidur, tiba-tiba menjadi sangat lambat dan seakan terhenti," ujarnya.
Sebagaimana diberitakan, gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar tengah pada Jumat (28/3/2025), menyebabkan kepanikan dan kehancuran yang meluas.
Orang-orang berhamburan keluar dari bangunan saat tanah bergetar, dengan guncangan terasa tidak hanya di Myanmar, tetapi juga di Thailand dan beberapa bagian China.
Pemerintah Myanmar menetapkan keadaan darurat di wilayah yang terdampak, termasuk Naypyidaw dan Mandalay, serta meminta bantuan kemanusiaan internasional.
Ibu kota Thailand, Bangkok, dinyatakan sebagai zona bencana, di mana tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk membebaskan lebih dari 80 pekerja yang terjebak setelah sebuah gedung pencakar langit yang masih dalam tahap konstruksi runtuh.

