Permintaan Konsumen Melemah, Ini yang Dilakukan China
HONG KONG, 16 Maret (Reuters) - Dewan Negara China mengumumkan "rencana aksi khusus" untuk meningkatkan konsumsi domestik dengan berbagai langkah, termasuk peningkatan pendapatan penduduk dan pembentukan skema subsidi untuk pengasuhan anak.
Baca Juga
Rencana ini muncul di tengah melemahnya permintaan konsumen di China dalam beberapa tahun terakhir akibat berbagai faktor, seperti gangguan akibat Covid-19 dan keterpurukan pasar properti yang berkepanjangan. Hal ini menurunkan kecenderungan rumah tangga untuk berbelanja dan memperburuk tren deflasi.
Rencana ini disampaikan kepada semua wilayah dan departemen untuk "meningkatkan konsumsi secara agresif, memperluas permintaan domestik di semua sektor, serta meningkatkan kapasitas konsumsi dengan meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban," menurut laporan dari Dewan Negara, seperti dikutip Reuters.
Pengumuman ini datang seminggu setelah Perdana Menteri China, Li Qiang, menyampaikan laporan kerja kepada Kongres Rakyat Nasional yang menekankan pentingnya peningkatan belanja rumah tangga guna meredam dampak lemahnya permintaan eksternal.
Tekanan terhadap para pejabat China semakin meningkat untuk menerapkan langkah-langkah stimulus yang berfokus pada konsumen guna mengatasi tekanan deflasi dan mengurangi ketergantungan ekonomi terbesar kedua di dunia terhadap ekspor dan investasi untuk pertumbuhan.
Baca Juga
Pasar Tunggu Kelanjutan Stimulus China, Ini Paket yang Dijanjikan
Rencana yang diumumkan pada hari Minggu (16/03/2025), menyerukan peningkatan pendapatan penduduk perkotaan dan pedesaan, serta menyatakan bahwa pendapatan petani harus ditingkatkan melalui langkah-langkah seperti reformasi perumahan.
Rencana aksi ini mencakup berbagai aspek, tetapi terbatas dalam hal penyediaan sumber daya konkret bagi pemerintah daerah untuk merancang langkah-langkah yang akan diterapkan.
Rencana ini juga mencakup langkah-langkah untuk menstabilkan pasar saham, tetapi tidak memberikan rincian kapan dan bagaimana hal itu akan dilakukan.
Pemerintah juga diinstruksikan untuk "mempelajari dan membentuk sistem subsidi pengasuhan anak," serta menerapkan sistem kerja yang fleksibel dan membuka layanan rawat jalan pediatrik pada malam hari di rumah sakit umum. Layanan pengasuhan anak yang dikelola komunitas dan perusahaan juga akan didorong.
Hak-hak pekerja dan hari libur harus dijamin, sementara cuti tahunan berbayar dan liburan singkat harus didorong. Standar subsidi keuangan untuk pensiun dasar penduduk perkotaan dan pedesaan juga akan ditingkatkan.
Ada juga proposal untuk meningkatkan sektor pariwisata, seperti memperluas jumlah negara yang warganya dapat masuk tanpa visa ke China.

