Pembicaraan AS-Ukraina, Menlu Rubio Bertolak ke Arab Saudi
WASHINGTON, investortrust.id – Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertolak ke Jeddah, Arab Saudi, untuk pembicaraan AS-Ukraina, seiring dengan upaya Presiden Donald Trump dalam menengahi diakhirinya perang Rusia-Ukraina dengan cepat. Upaya perdamaian terus dilakukan, meskipun Rusia baru saja melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap infrastruktur energi Ukraina.
Baca Juga
Perdamaian Rusia-Ukraina Masih Menggantung, Rubio: AS Upayakan Solusi yang Adil dan Berkelanjutan
Saat berada di Jeddah, seperti dilansir VOA, Senin (10/03/2025), Rubio juga akan bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman Al Saud untuk membahas cara-cara meningkatkan kepentingan bersama di kawasan serta memperkuat hubungan AS-Saudi, kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tammy Bruce.
Menurut Departemen Luar Negeri, Rubio dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha pada Jumat menegaskan ‘tekad’ Presiden Trump untuk mengakhiri perang secepat mungkin.serta menekankan bahwa semua pihak harus mengambil langkah untuk mengamankan perdamaian yang berkelanjutan.
Baca Juga
AS Hentikan Bantuan Militer ke Kyiv, Ini Dampaknya buat Ukraina
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia berharap akan melihat hasil yang "cukup baik" dari pertemuan pekan ini di Arab Saudi dengan tujuan menyelesaikan konflik di Ukraina.
"Mungkin tidak dalam waktu dekat, Anda akan mendapatkan beberapa hasil yang cukup baik dari Arab Saudi pekan ini," kata Trump, Minggu, mengomentari upaya perdamaian Rusia-Ukraina.
"Saya pikir beberapa hal yang sangat besar dapat terjadi pekan ini," katanya.
Trump juga menyebutkan bahwa beberapa pertemuan dijadwalkan di Arab Saudi minggu ini, termasuk dengan Rusia, meskipun ia tidak memberi rincian.
Pada Jumat, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Mike Waltz mengumumkan bahwa delegasi AS akan bertemu dengan pejabat Ukraina di Arab Saudi minggu depan untuk menyegarkan kembali negosiasi tentang perjanjian mineral tanah jarang dan mencapai gencatan senjata.
Baca Juga
AS-Ukraina Gagal Capai Kesepakatan, Trump Sebut Zelenskyy Tak Menghormati Gedung Putih
Pada 28 Februari, Trump bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Washington untuk menyelesaikan kesepakatan mineral. Namun, diskusi tersebut gagal setelah terjadi perselisihan di Ruang Oval Gedung Putih.
Staf senior Trump setelahnya meminta delegasi Ukraina untuk meninggalkan Gedung Putih dan membatalkan konferensi pers bersama yang direncanakan.
Meskipun kesepakatan tersebut telah disetujui oleh pemerintah Ukraina, Trump memutuskan untuk membatalkan penandatanganan.
Setelah pertengkaran di Ruang Oval itu, pemerintahan Trump menangguhkan semua bantuan militer dan intelijen ke Ukraina.
Penasihat senior Gedung Putih Jason Miller kemudian mengatakan bahwa Trump telah menghentikan pengiriman bantuan militer ke Ukraina sebagai bagian dari strategi untuk mengakhiri konflik tiga tahun dengan Rusia.

