Tencent Rilis Model AI Baru Lebih Cepat dari DeepSeek R1
BEIJING, investortrust.id - Raksasa teknologi asal China, Tencent mengumumkan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terbaru mereka, Hunyuan Turbo S. Model ini diklaim mampu menjawab pertanyaan lebih cepat dibandingkan DeepSeek R1.
Peluncuran yang dilakukan awal bulan Maret 2025 ini menandakan persaingan yang semakin ketat di antara perusahaan teknologi besar di China dalam mengembangkan AI yang lebih unggul.
Menurut pernyataan Tencent, Hunyuan Turbo S dapat memberikan respons dalam waktu kurang dari satu detik. Hal ini membedakannya dari model-model lain seperti DeepSeek R1 dan Hunyuan T1, yang masih membutuhkan waktu untuk "berpikir" sebelum memberikan jawaban.
Dilansir dari Reuters, Selasa (4/3/2025), Tencent juga mengklaim bahwa model terbaru ini memiliki kemampuan setara dengan DeepSeek-V3. Namun demikian DeepSeek sendiri belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.
Diketahui, keberhasilan DeepSeek R1 dan V3 yang mendapat pengakuan luas, termasuk di Silicon Valley, telah mendorong raksasa teknologi China seperti Tencent untuk mempercepat pengembangan model AI mereka. Sejak kemunculan ChatGPT dari OpenAI pada akhir 2022, perusahaan-perusahaan teknologi di China berlomba-lomba menciptakan model AI yang dapat bersaing di pasar global.
Bulan lalu, tak hanya DeepSeek, raksasa e-commerce Alibaba juga meluncurkan Qwen 2.5-Max. Model ini diklaim mampu mengungguli DeepSeek-V3 dalam berbagai aspek, hal ini jelas menandakan eskalasi persaingan di antara perusahaan AI terbesar di China.
Selain kecepatan dan kapabilitasnya, Tencent juga mengungkapkan bahwa biaya penggunaan Hunyuan Turbo S jauh lebih murah dibandingkan versi sebelumnya. Hal ini mencerminkan dampak strategi open-source dan harga terjangkau yang diterapkan oleh DeepSeek.
Baca Juga
Guncang Dunia, DeepSeek Ungkap Data Pendapatan AI Andalannya
AI China Semakin Kompetitif di Tengah Perang Teknologi
China kini menjadi salah satu pusat inovasi AI terbesar di dunia. Menurut laporan Stanford University’s AI Index 2024, China telah melampaui AS dalam jumlah publikasi penelitian AI dan memiliki salah satu tingkat adopsi AI tertinggi di dunia. Selain itu, investasi di sektor AI di China mencapai lebih dari US$ 17 miliar pada 2023, menjadikannya salah satu pemimpin dalam industri ini.
Dengan kehadiran model AI seperti Hunyuan Turbo S, DeepSeek R1, dan Qwen 2.5-Max, Negeri Tirai Bambu seolah semakin menunjukkan kemampuannya untuk bersaing dengan pemain global seperti OpenAI, Google, dan Meta.
Pemerintah China juga telah menerapkan aturan ketat terhadap pengembangan AI, terutama dalam hal sensor konten dan perlindungan data. Meski demikian, dengan inovasi yang semakin pesat, AI China diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi pesaing utama di kancah global. (C-13)
Baca Juga
Bos Nvidia Sebut Pasar Salah Menilai Dampak DeepSeek R1, Mengapa?

