Dibayangi Kekhawatiran Ekonomi AS, Pasar Asia-Pasifik Bergerak ‘Mixed’
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik bergerak beragam pada Senin (24/02/2025) setelah Jumat lalu Wall Street mencatat sesi terburuknya akibat data ekonomi AS yang lesu. Data ekonomi AS mengindikasikan perlambatan ekonomi dan inflasi yang sulit dikendalikan.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik Mayoritas Melemah, Investor Cermati Data Inflasi Jepang
Dikutip dari CNBC, indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak datar dalam perdagangan yang bergejolak.
Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,76%, sementara indeks Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil turun 1,01%.
Indeks Hang Seng Hong Kong memulai hari dengan naik 0,13%, sementara indeks CSI300 China daratan dibuka turun 0,46%.
Pasar Jepang tutup untuk hari libur nasional.
Singapura dijadwalkan merilis angka inflasi bulan Januari pada hari ini. Jajak pendapat Reuters memperkirakan indeks harga konsumen di negara tersebut mencapai 2,15% secara tahunan, lebih tinggi dari angka Desember yang sebesar 1,60%.
Jajak pendapat tersebut memperkirakan tingkat inflasi inti, yang tidak memasukkan biaya akomodasi dan transportasi pribadi, akan naik 1,5% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan kenaikan 1,8% pada bulan sebelumnya.
Di AS, tiga indeks utama ditutup lebih rendah pada hari Jumat setelah data ekonomi terbaru meningkatkan kekhawatiran investor terhadap ekonomi. Kerugian yang diderita semakin besar di tengah ketakutan akan langkah kebijakan lebih lanjut dari Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga
Wall Street Ambyar! Dow Jones Terjun Hampir 750 Poin, Terburuk Sepanjang 2025
Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 748,63 poin, atau 1,69%, dan ditutup di 43.428,02. Penurunan pada hari Jumat, yang terburuk tahun ini, membawa total kerugian dalam dua hari menjadi sekitar 1.200 poin.
Indeks S&P 500 merosot 1,71% menjadi 6.013,13, menandai sesi negatif kedua berturut-turut setelah mencetak rekor penutupan pada hari Rabu.
Sementara itu, indeks Nasdaq Composite jatuh 2,2% dan menetap di 19.524,01.

