Turun dari Rekor Tertinggi, tapi Emas Catat Kenaikan 8 Pekan Beruntun
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas turun pada hari Jumat (21/02/2025) karena investor mengambil keuntungan dari rekor tertinggi sesi sebelumnya. Namun, emas masih berada di jalur kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut, didorong oleh permintaan aset safe haven yang kuat di tengah kekhawatiran atas rencana tarif Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga
Trump Akan Terapkan Tarif 25% pada Mobil, Farmasi, dan Semikonduktor
Harga emas spot turun 0,1% menjadi $2.935,75 per ons. Logam mulia ini telah naik sekitar 1,7% minggu ini setelah mencapai rekor $2.954,69 pada hari Kamis.
Kontrak berjangka emas AS turun 0,2% menjadi $2.950,30. "Ini hanya pergerakan klasik dari rekor tertinggi baru dan aksi ambil untung. Fundamental untuk emas tetap solid," kata Alex Ebkarian, Chief Operating Officer di Allegiance Gold, seperti dikutip CNBC.
Harga emas telah mencatat dua rekor tertinggi minggu ini, diperdagangkan di atas $2.950 per ons, karena ketidakpastian seputar pertumbuhan ekonomi global dan ketidakstabilan politik semakin meningkatkan minat investor terhadap emas, yang telah naik 11,5% sejauh ini di tahun 2025.
Baca Juga
"Permintaan emas saat ini terutama didorong oleh investor Barat dan bank sentral. Investor ETF tampaknya ikut serta dalam tren ini," komentar analis Commerzbank dalam catatannya.
Trump mengumumkan rencana tarif baru awal pekan ini, termasuk bea impor pada kayu dan produk hutan, di samping rencana sebelumnya untuk mengenakan bea pada mobil impor, semikonduktor, dan farmasi.
“Peran emas sebagai aset safe haven belum sepenuhnya terealisasi karena peralihan dari aset berisiko ke aset yang lebih aman belum signifikan, dengan banyak uang masih berada di luar pasar,” jelas Ebkarian
Baca Juga
Risalah FOMC: Pejabat Fed Khawatir Dampak Tarif terhadap Inflasi, Tunda Pemotongan Suku Bunga
Investor juga terus memantau kebijakan suku bunga Federal Reserve AS, mengingat kebijakan Trump dipandang sebagai pemicu inflasi.

