IHSG Cetak Rekor Kenaikan Beruntun hingga Sentuh Level Tertinggi Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penguatan beruntun dalam sepekan mencapai 3,75% menjadi 7.311, bahkan sempat menyentuh tertinggi baru tahun ini level 7.401. Penguatan indeks juga mencetak rekor dengan kenaikan setiap hari secara beruntun dalam dua pekan terakhir.
Saham yang menjadi penopang utama penguatan indeks tersebut adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dipicu lompatan harga sebanyak 143,75% menjadi Rp 975, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melesat 61,72% menjadi Rp 245.000, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebanyak 31,15% menjadi Rp 8.000.
Baca Juga
Sentimen Tarif Trump Tekan Wall Street, Dow Jones Merosot Hampir 150 Poin
Penguatan indeks juga didukung dengan peningkatan rata-rata transaksi harian dalam sepekan atau 14-18 Juli 2025 sekitar 49,98% dari Rp 16,62 triliun menjadi Rp 11,08 triliun. Kemudian peningkatan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian sepekan, yaitu sebesar 47,22%, menjadi 1,69 juta kali transaksi dari 1,14 juta kali transaksi pada pekan lalu.
BEI juga mencatakan peningkatan rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini mencapai 28,16% menjadi 25,75 miliar saham dari 20,09 miliar saham pada pekan sebelumnya. Begitu juga dengan kapitalisasi pasar (market cap) BEI mengalami peningkatan sebesar 5,44% menjadi Rp 13.079 triliun dari Rp 12.404 triliun pada sepekan sebelumnya.
Baca Juga
Impor Energi dari AS, Bahlil Usahakan Harga LPG 3 Kg dan Pertalite Tidak Naik
Sedangkan pemodal asing mulai mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham dalam dua hari beruntun pekan ini, yaitu pada 17 Juli mencapai Rp 640,29 miliar dan pada 18 Juli senilai Rp 277,31 miliar. Meski demikian pemodal asing masih mencatatkan penjualan bersih (net sell) jumbo mencapai Rp 59,90 triliun sepanjang year to date (ytd).
Kemarin, IHSG ditutup menguat 24,9 poin (0,34%) menjadi 7.311, bahkan intraday sesi I sempat menyentuh 7.401. Penguatan tersebut terdorong kenaikan saham sektor teknologi 4,55%, sektor infrastruktur 3,23%, sektor kesehatan 1,39%, sektor material dasar 0,87%, sektor industry 0,52%, dan sektor energi 0,33%. Sisanya konsumer non primer, keuangan, property, dan transportasi melemah.

