DeepSeek Diklaim Sukses Besar di China, Apa Sebabnya?
BEIJING, investortrust.id - Sejak diluncurkan bulan lalu, aplikasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) DeepSeek mendapatkan perhatian dari seluruh dunia. Bahkan pengguna internet di negara asalnya, China, menilai chatbot AI ini sukses besar ketimbang aplikasi sejenis. Lantas apa yang menjadi penilaian mereka?
Seorang Profesor Hukum dari City University of Hong Kong, Wang Jiangyu, menilai DeepSeek mampu memberikan jawaban yang cukup komprehensif. Sebelumnya dia mencoba mengajukan pertanyaan mengenai kebijakan tarif 10% yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada barang-barang impor dari China.
Secara mengejutkan, DeepSeek ternyata mampu memberikan jawaban yang masuk akal, mulai dari menerapkan tarif balasan pada sektor tertentu, menawarkan insentif pajak bagi industri dalam negeri, hingga menetapkan standar teknis baru untuk pengisian daya kendaraan listrik (EV) demi menciptakan hambatan bagi perusahaan AS.
Meski belum ada kebijakan resmi yang mengarah ke rekomendasi ini, Wang menyebut jawaban DeepSeek sebagai "komprehensif, pragmatis, dan relevan." sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (3/1/2025).
Sementara itu, pengamat pasar saham dari China, Chen Zhihao, juga mencoba kemampuan DeepSeek terkait dampak tarif AS terhadap bursa saham China yang akan dibuka kembali pekan ini.
Baca Juga
Apple Minat Gandeng DeepSeek untuk Dongkrak Penjualan di China
DeepSeek merespons dengan prediksi yang mengejutkan. Chatbot AI itu menyatakan bahwa China dapat meningkatkan stimulus ekonomi untuk mengurangi dampak eksternal, serta menggencarkan dukungan bagi industri teknologi guna menjaga daya saing global.
Menurut Zhihao, jika prediksi ini benar, maka investor dapat mengantisipasi peningkatan nilai saham di sektor tertentu. Para pengguna juga menyebut bahwa DeepSeek tidak hanya digunakan untuk analisis ekonomi dan kebijakan, tetapi juga untuk hal-hal personal.
Seorang pengguna bernama Qiu Ranran menulis di RedNote bahwa DeepSeek berhasil menafsirkan mimpi-mimpinya dan memberikan wawasan tentang kehidupan sebelumnya. "AI ini benar-benar membaca mimpi saya," tulisnya.
Tidak hanya di AS, South China Morning Post melaporkan bahwa popularitas DeepSeek meningkat pesat, bahkan menggusur ChatGPT sebagai aplikasi paling banyak diunduh di App Store China dalam seminggu terakhir.
Namun demikian, di tengah ketenarannya, DeepSeek menghadapi pengawasan dari berbagai negara terkait penggunaan data pribadi pengguna. Otoritas di Jepang, Korea Selatan, Prancis, Italia, dan Irlandia sedang menyelidiki bagaimana DeepSeek mengelola informasi penggunanya, terutama dalam kaitannya dengan regulasi perlindungan data.
Keberhasilan DeepSeek dalam menghadirkan model AI dengan biaya lebih rendah dan efisiensi lebih tinggi menjadi tantangan baru bagi dominasi AI global yang selama ini dikuasai oleh perusahaan-perusahaan AS. Selain itu, catatan ini menggambarkan persaingan di pasar AI yang diprediksi akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan. (C-13)

