Ketum Kadin Anindya: India – Indonesia Sepakat Tumbuhkan Kepercayaan di Tengah Tren Proteksionisme
JAKARTA, Investortrust.id – Pertemuan antara sejumlah pengusaha asal Indonesia dan India di New Delhi beberapa waktu lalu merupakan bentuk kolaborasi di era kecerdasaan buatan. Kedua negara juga sepakat untuk membangun kepercayaan kembali, yang tak hanya juntuk kedua negara, tapi juga di kawasan, di tengah era proteksionisme .
Demikian disampaikan oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam press statement di Kantor Kedutaan Besar RI di New Delhi, India, Senin (27/1/2025).
“Kali ini temanya adalah kolaborasi di era artificial intelligence. Jadi tidak ada yang tidak mungkin,” ujar Anindya, seraya menyebut di era kecerdasan buatan ini pula akan terjadi perkembangan di segala hal.
“Kita membuat pidato pun dengan Chat GPT, pakai bahasa apapun juga sudah bisa. Nah ini hanya awal daripada semuanya, pasti akan ada perkembangan di mana-mana,” imbuhnya.
Baca Juga
Dubes India Optimistis 5 MoU Indonesia – India Bakal Diimplementasikan
Dalam kesempatan tersebut Anindya juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan antara pemerintah dan pengusaha dari kedua negara, telah dibahas lima hal yang salah satunya adalah upaya untuk mendorong pertumbuhan di negara 2I, yakni Indonesia dan India.
Tema kedua yang dibicarakan adalah rebuilding trust antara kedua negara, termasuk kepercayaan di level regional. Pasalnya, kata Aninndya, kecenderungan proteksionisme yang dilakukan oleh banyak negara di tengah peningkatan eskalasi geopolitik dunia, justru mengakibatkan penurunan pertumbuhan di banyak negara.
Pertemuan kedua belah pihak juga membicarakan perihal penggunaan teknologi. Dikatakan Anindya, dengan tipikal negara dengan jumlah populasi yang besar, maka penggunaan teknologi merupakan keniscayaan.
“Lalu juga (dibicarakan) mengenai building talenta. India mencetak talenta yang begitu banyak, untuk menjadi dokter juga sekolahnya lebih murah, lebih banyak. Begitu juga dengan insinyur, dengan vocational studies-nya. Dan yang terakhir tentunya sustainability,” kata Anindya.

