Pemerintah India Beri Kisi-Kisi Raih Keuntungan Bergabung dengan BRICS
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah India memberikan kisi-kisi, cara meraih keuntungan dalam bergabung bersama organisasi blok ekonomi Brazil, Russia, India, and South Africa (BRICS).
Perwakilan India untuk G20 (India's G20 Sherpa) Amitabh Kant menegaskan, 80% pertumbuhan ekonomi global tahun ini berasal dari negara-negara berkembang, negara dengan pendapatan menengah dan rendah.
Mayoritas pertumbuhan ekonomi global yang ditopang negara berkembang dipercaya akan berlanjut sampai tiga dekade mendatang. Pasalnya, negara berkembang memiliki populasi dan demografi yang mendukung.
Amitabh mengatakan, populasi di negara-negara barat, seperti Amerika dan negara-negara benua Eropa. Namun negara-negara berkembang di Asia, seperti India, China, dan Indonesia masih memiliki banyak populasi muda.
“Oleh karena itu, kita harus menyuarakan suara negara-negara berkembang,” ujar Amitabh pada Sabtu (25/1/2025).
Namun dia mengakui bahwa terkadang masing-masing negara berkembang memiliki perspektif berbeda. Padahal jika anggota BRICS bekerja sama untuk melakukan lebih banyak perdagangan, hubungan ekonomi yang lebih erat, mereka dapat membangun kemitraan yang kohesif di antara negara-negara berkembang, termasuk Brasil.
“Maka Anda akan menjadi suara yang kuat,” tegas Amitabh.
Baca Juga
India Ingin Perdagangan dengan Indonesia Naik 10 Kali Lipat, Ini Sektor Potensialnya
Menurut dia, negara berkembang tidak akan bisa berhasil jika terus berbicara dan bekerja secara individu, sebagai Indonesia sendiri, sebagai India, dan sebagai Brasil sendiri. Kesimpulannya, anggota BRICS memerlukan kemitraan kooperatif antara negara-negara di belahan bumi selatan.
“BRICS sebagai forum juga harus menjadi forum yang sangat dinamis, serta bersemangat untuk hubungan perdagangan dan ekonomi,” sambung Amitabh.
Indonesia dinyatakan resmi bergabung menjadi anggota organisasi blok ekonomi BRICS sejak 6 Januari 2025. Organisasi yang namanya merupakan singkatan dari nama-nama negara pendirinya tersebut, menerima Indonesia menjadi negara kesepuluh sebagai anggota.
BRICS merupakan organisasi ekonomi besar yang menggabungkan negara-negara berkembang dengan potensi ekonomi yang cukup menjanjikan. Perlahan, BRICS malah berangsur menjelma sebagai kekuatan geopolitik dunia yang bahkan bisa menjadi pesaing Group of Seven (G7) yang dihuni negara-negara maju.

