Cegah Perang Dunia III, Trump Janji Akhiri Konflik Ukraina dan Timur Tengah
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden terpilih AS Donald Trump berjanji segera mengakhiri konflik di Ukraina dan Timur Tengah, serta mencegah terjadinya Perang Dunia III setelah menjadi presiden AS saat dilantik pada Senin (20/1/2025) siang waktu setempat.
“Saya akan mengakhiri perang di Ukraina. Saya akan menghentikan kekacauan di Timur Tengah, dan saya akan mencegah Perang Dunia III. Anda tidak tahu sedekat apa kita dari (perang tersebut),” ucap Trump dalam pidato di hadapan pendukungnya pada malam menjelang hari pelantikan dilansir Antara.
Baca Juga
Investasi China di AS Anjlok Sejak Jabatan Pertama Trump, Ini Penyebabnya
Sebagaimana dilaporkan Sputnik, Trump menyatakan, penguatan dan militer AS akan menjadi salah satu prioritas pemerintahannya. Dia berniat memerintahkan angkatan bersenjata AS untuk membina sistem pertahanan anti-rudal Iron Dome, sebagaimana yang sudah dimiliki Israel, untuk melindungi teritori AS.
“Saya akan menginstruksikan militer untuk mengembangkan sistem pertahanan anti-rudal Iron Dome yang seluruh perangkatnya akan diproduksi di Amerika Serikat,” kata Trump dalam pidato yang sama.
Trump juga berniat membersihkan unsur-unsur kiri radikal dari militer AS. Pembersihan itu akan dilakukan di badan-badan pemerintah seiring upayanya memulihkan hukum dan ketertiban di kota-kota AS serta mengembalikan patriotisme di sekolah-sekolah.
Selain penguatan militer, Trump menegaskan, pemerintahannya akan memangkas pajak dan menarik pulang perusahaan atau pabrik AS di luar negeri untuk kembali ke negeri Paman Sam itu.
Baca Juga
Utusan Trump Lontarkan Rencana Relokasi Warga Gaza ke Indonesia
Donald Trump akan dilantik sebagai presiden ke-47 AS dalam upacara di Gedung Capitol, Washington DC, pada Senin siang waktu setempat atau Senin tengah malam WIB. Ia juga bertemu Joe Biden dalam jamuan teh pagi sebelum pelantikannya.
Seusai resmi menjadi presiden AS, Donald Trump akan menandatangani perintah eksekutif dan usulan pejabat politik pertamanya sebagai presiden, menjalin komunikasi dengan pimpinan Kongres AS.

