BYD Siap Hadirkan Fitur Autopilot Mulai Tahun 2025
SHENZHEN, investortrust.id - Produsen mobil listrik negeri Tirai Bambu BYD akan mengadopsi fitur autopilot atau Navigate on Autopilot (NOA) pada seluruh lini kendaraan mereka yang dirilis tahun 2025. Fitur ini memungkinkan kendaraan dapat berjalan otomatis dalam kondisi tertentu.
Melansir laporan Car News China, Senin (20/1/2025), pabrikan mobil asal China ini akan memperkenalkan teknologi pengemudian cerdas L2+ dan akan menerapkannya ke semua kendaraan listrik mereka, termasuk mobil listrik BYD Seagull yang dibanderol seharga 68.900 yuan atau sekitar Rp 155,6 juta.
BYD menjadi merek mobil listrik paling laris di China. Sayangnya mereka justru tertinggal dalam hal perangkat lunak, Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), dan fitur pengemudian cerdas. Akan tetapi hal tersebut diprediksi akan berubah pada tahun 2025 karena perusahaan telah berinvestasi pada sisi perangkat lunak kendaraan selama dua tahun terakhir.
Disebutkan, BYD telah menggandeng sejumlah penyedia layanan ADAS, seperti DJI hingga Huawei. Tapi pengembangan itu hanya tersedia pada sebagian model mobil listrik mereka.
Memasuki tahun 2025, perusahaan siap mengirimkan algoritma ADAS yang mereka kembangkan sendiri ke seluruh model mobil mereka, mulai dari BYD Seagull hingga Yangwang U8 yang menjadi seri premium. Langkah ini dinilai cukup signifikan, terutama dalam menghadapi persaingan ketat di pasar EV saat produsen berlomba menawarkan konfigurasi ADAS terbaik pada mobil murah.
Sebagai informasi, BYD sudah merencanakan pengembangan ini sejak September 2023 saat perusahaan membentuk tim pengembangan pengemudian cerdas ADAS yang kini sudah beranggotakan 1.300 orang. Pada Januari 2024, perusahaan juga mengumumkan akan menginvestasikan US$ 13,6 miliar untuk pengembangan ADAS.
Tim ADAS BYD juga difokuskan pada pengembangan pengemudian cerdas di perkotaan (CNOA - City Navigate on Autopilot) dan pengemudian cerdas di jalan raya (HNOA - Highway Navigate of Autopilot).
Pergerakan BYD di kancah industri otomotif dinilai sangat cepat. Menurut laporan 36kr, kompetisi di pasar EV tidak lagi hanya berfokus pada harga, tetapi juga konfigurasi teknologi, terutama ADAS.
BYD telah memesan satu juta chip dari Nvidia dan Horizon Robotics untuk memenuhi target penjualan 5,5 juta unit kendaraan pada 2025. Dengan memasang hingga 11 kamera pada mobil seharga 100.000 yuan (Rp 200 jutaan), BYD siap bersaing dengan pemain besar lainnya di segmen teknologi pintar.
Di Tanah Air, Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa pada 2024, BYD sukses menjual lebih dari 1.200 unit kendaraan listrik, menjadikannya salah satu pemain utama di pasar EV nasional.
Strategi BYD yang menggabungkan teknologi canggih dengan harga terjangkau diperkirakan akan memperkuat posisinya di Indonesia. Kehadiran BYD Seagull dengan fitur ADAS canggih juga berpotensi menarik perhatian konsumen yang mencari mobil listrik dengan teknologi terkini namun tetap hemat biaya.
Langkah BYD ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan teknologi otonom yang lebih terjangkau bagi konsumen global, termasuk di Indonesia, sembari memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar EV. (C-13)
Melansir laporan Car News China, Senin (20/1/2025), pabrikan mobil asal China ini akan memperkenalkan teknologi pengemudian cerdas L2+ dan akan menerapkannya ke semua kendaraan listrik mereka, termasuk mobil listrik BYD Seagull yang dibanderol seharga 68.900 yuan atau sekitar Rp 155,6 juta.
BYD menjadi merek mobil listrik paling laris di China. Sayangnya mereka justru tertinggal dalam hal perangkat lunak, Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), dan fitur pengemudian cerdas. Akan tetapi hal tersebut diprediksi akan berubah pada tahun 2025 karena perusahaan telah berinvestasi pada sisi perangkat lunak kendaraan selama dua tahun terakhir.
Disebutkan, BYD telah menggandeng sejumlah penyedia layanan ADAS, seperti DJI hingga Huawei. Tapi pengembangan itu hanya tersedia pada sebagian model mobil listrik mereka.
Memasuki tahun 2025, perusahaan siap mengirimkan algoritma ADAS yang mereka kembangkan sendiri ke seluruh model mobil mereka, mulai dari BYD Seagull hingga Yangwang U8 yang menjadi seri premium. Langkah ini dinilai cukup signifikan, terutama dalam menghadapi persaingan ketat di pasar EV saat produsen berlomba menawarkan konfigurasi ADAS terbaik pada mobil murah.
Sebagai informasi, BYD sudah merencanakan pengembangan ini sejak September 2023 saat perusahaan membentuk tim pengembangan pengemudian cerdas ADAS yang kini sudah beranggotakan 1.300 orang. Pada Januari 2024, perusahaan juga mengumumkan akan menginvestasikan US$ 13,6 miliar untuk pengembangan ADAS.
Tim ADAS BYD juga difokuskan pada pengembangan pengemudian cerdas di perkotaan (CNOA - City Navigate on Autopilot) dan pengemudian cerdas di jalan raya (HNOA - Highway Navigate of Autopilot).
Pergerakan BYD di kancah industri otomotif dinilai sangat cepat. Menurut laporan 36kr, kompetisi di pasar EV tidak lagi hanya berfokus pada harga, tetapi juga konfigurasi teknologi, terutama ADAS.
BYD telah memesan satu juta chip dari Nvidia dan Horizon Robotics untuk memenuhi target penjualan 5,5 juta unit kendaraan pada 2025. Dengan memasang hingga 11 kamera pada mobil seharga 100.000 yuan (Rp 200 jutaan), BYD siap bersaing dengan pemain besar lainnya di segmen teknologi pintar.
Di Tanah Air, Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa pada 2024, BYD sukses menjual lebih dari 1.200 unit kendaraan listrik, menjadikannya salah satu pemain utama di pasar EV nasional.
Strategi BYD yang menggabungkan teknologi canggih dengan harga terjangkau diperkirakan akan memperkuat posisinya di Indonesia. Kehadiran BYD Seagull dengan fitur ADAS canggih juga berpotensi menarik perhatian konsumen yang mencari mobil listrik dengan teknologi terkini namun tetap hemat biaya.
Langkah BYD ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan teknologi otonom yang lebih terjangkau bagi konsumen global, termasuk di Indonesia, sembari memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar EV. (C-13)

