Kurangi Porsi Energi Bersih, BP Pangkas 8.000 Pekerja dalam Upaya Penghematan Rp 26,9 Triliun
LONDON, investortrust.id - Raksasa migas asal Inggris, British Petroleum (BP) berencana memangkas hampir 8.000 pekerja sebagai bagian upaya penghematan biaya besar-besaran di tengah tekanan investor untuk mencabut rencana energi nol bersih.
Kepala Eksekutif BP Murray Auchincloss mengatakan, BP akan memangkas 4.700 posisi atau 5% dari tenaga kerja global dan 3.000 posisi kontraktor. Pemangkasan tersebut bagian dari rencana untuk menghemat 1,6 miliar euro (Rp 26,9 triliun) pada akhir tahun depan.
Baca Juga
Kesepakatan Damai Gaza Tercapai, Harga Minyak Dunia Naik Jadi US$ 82,28 per Barel
Dilansir dari This Is Money, pemangkasan terjadi saat Auchincloss menghadapi pengawasan atas strategi hijau perusahaan energi tersebut. Para pemegang saham menuntut agar pengusaha Kanada, yang mengambil alih dari Bernard Looney itu, mengurangi peralihan ke energi hijau.
Investor ingin Auchincloss mengonfirmasi bahwa BP akan meninggalkan beberapa target iklim menyusul laporan bahwa perusahaan tersebut telah membatalkan rencana sebelumnya memangkas produksi minyak dan gas sebesar 40% pada 2030. Ia juga tengag mengincar investasi besar di Timur Tengah dan Teluk Meksiko untuk meningkatkan produksi minyak BP.
Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran BP berkinerja lebih buruk dibandingkan pesaingnya di London, Shell dan tertinggal dibandingkan pesaingnya di AS, seperti ExxonMobil dan Chevron, yang telah menggandakan produksi bahan bakar fosil. "Kami terus meningkatkan daya saing dan bergerak mengikuti kecepatan pelanggan dan masyarakat. Itulah yang sedang kami lakukan," kata Auchincloss.
BP mengatakan, pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk melakukan penghematan di seluruh bisnis. Ke depan, akan banyak terjadi pengurangan.
Baca Juga
Pertamina Pastikan BBM B40 Tak Ganggu Stok CPO untuk Minyak Goreng
BP memiliki 90.000 staf dan 14.000 di antaranya berada di Inggris. Dari para pekerjanya di Inggris, 6.000 bekerja di stasiun pengisian bahan bakar. "Saya menyadari ketidakpastian bagi setiap orang yang pekerjaannya mungkin berisiko," kata dia.
Awal minggu ini, BP mengungkapkan, margin penyulingan yang lebih rendah akan mengurangi laba kuartal keempat 2024 hingga 246 juta euro. Hal ini menyusul penurunan tajam laba pada kuartal ketiga 2024 sebesar 30% menjadi 1,8 miliar euro, level terendah sejak pandemi.

