75 Tahun Hubungan Diplomatik, Ketum Kadin Anindya: Tiongkok Jadi Mitra Dagang Terbesar Indonesia
JAKARTA, Investortrus.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi Indonesia dan Tiongkok telah menjalin hubungan diplomatik selama 75 tahun. Apalagi, Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia..
"Pertama-tama kita mengapresiasi hubungan 75 tahun antara China dan Indonesia. China dan Indonesia merupakan mitra strategis, tentunya dari sisi ekonomi, mitra dagang terbesar adalah China," kata Anindya ditemui setelah acara "Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-China" di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (18/4/2025).
Selain dari sisi ekonomi, dari sisi politik maupun budaya kedua negara juga mencatatkan berbagai kerja sama. Salah satunya, pertukaran pelajar dan budaya. "China ini adalah negara besar yang sangat pesat selama 30 tahun terakhir. Bahkan sejak pimpinannya Den Xiaoping. Kita hari ini untuk merayakan relasi yang luar biasa itu," ujarnya.
Baca Juga
Gedung Putih Beri Klarifikasi soal Tarif 245% Barang Tiongkok
Anindya menegaskan bahwa Kadin mendukung terjalinnya hubungan yang baik dengan Tiongkok. Adapun yang terpenting adalah perdagangan dan investasi kedua belah negara ini sama-sama tumbuh. "Entah Indonesia ke China, tetapi lebih juga banyak akhir-akhir ini China ke Indonesia," tuturnya.
Soal perang tarif Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), dia menegaskan posisi Indonesia di kancang global. "Indonesia adalah negara non-blok yang tidak punya musuh, berkawan dengan semuanya," kata dia.
Anindya menilai, China merupakan salah satu dari dua negara adikuasa. Selain berusaha menjalin relasi baik dan bernegosiasi dengan Presiden AS Donald Trump, tetapi hubungan dengan China terus dijaga. "Selama ini manfaatnya juga luar biasa dan patut kita hargai dan kita kembangkan," ungkapnya.
Baca Juga
Di Tengah Kekhawatiran Tarif, PDB China Kuartal I Tumbuh Lampaui Perkiraan Capai 5,4%
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pariwisata Widayanti Putri Wardhana, Wakil Ketua Komisi I DPR Budi Djiwandono, Wakil Menteri Imigrasi dan Kemasyarakatan Silmy Karim. Sementara Ketua MPR Ahmad Muzani juga turut hadir dan menyampaikan sambutan dalam acara tersebut.
Neraca perdagangan Indonesia dengan China menunjukkan hubungan yang fluktuatif. Meskipun pernah surplus, ada juga periode defisit. Pada 2021, neraca perdagangan Indonesia dengan China menunjukkan surplus mencapai US$ 3,1 miliar dan meningkat menjadi US$ 6,5 miliar pada 2022.
Sementara pada 2023, perdagangan Indonesia-China mencatatkan surplus sebesar US$ 2,06 miliar. Namun, pada 2024, neraca perdagangan Indonesia dengan China mencatatkan defisit sebesar US$ 10,3 miliar. (C-14)

