Menlu Sugiono: Indonesia Tidak Akan Tinggalkan Perjuangan Palestina
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menekankan Indonesia tidak akan pernah meninggalkan perjuangan Palestina. Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat memiliki tanggung jawab konstitusional untuk mewujudkan adanya perdamaian dunia.
Hal itu disampaikan Sugiono melalui Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) 2025 di kantornya, Jakarta, Jumat (10/1/2025).
Baca Juga
Menlu Sugiono Yakinkan Dunia Visi Pertumbuhan Ekonomi 8% Prabowo
"Maka diplomasi aktif Indonesia juga tidak akan pernah meninggalkan perjuangan Palestina," kata Sugiono.
Sugiono dengan tegas menyebut yang terjadi di wilayah Gaza saat ini adalah kekerasan tentara Israel terhadap warga Palestina. Ia menyebut tidak kurang dari 460 hari kekejaman yang dilakukan oleh Israel di tanah Palestina telah berlangsung. Kekerasan ini ia sebut membuat puluhan ribu warga Palestina tewas serta jutaan lain terpaksa mengungsi.
"Angka-angka ini bukan sekadar statistik karena setiap angka merepresentasikan nyawa manusia," ungkapnya.
Politikus Partai Gerindra itu memastikan Indonesia akan terus berkomitmen untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Sejumlah langkah yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia antara lain mengirimkan bantuan kemanusiaan hingga mendukung United Nations Relief and Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA).
Menurut Sugiono, pemerintah Indonesia berpandangan hukum internasional mesti dipatuhi tanpa standar ganda, termasuk oleh Israel. Secara umum ia mengatakan pemerintah Indonesia menyambut baik fatwa Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) yang menyatakan keberadaan Israel di Palestina melanggar hukum internasional dan sekaligus mendesak akuntabilitas pemerintah Israel.
Baca Juga
Menlu Sugiono: Gabung BRICS, Wujud Politik Bebas Aktif Indonesia
Dalam pidatonya, Sugiono menyebut pemerintah Indonesia meyakini solusi dua negara harus segera diimplementasikan untuk mengakhiri kekerasan yang berkepanjangan dari Israel. Ia menambahkan solusi tersebut harus diimplementasikan sesuai dengan parameter internasional, yakni gencatan senjata dan negara Palestina yang merdeka adalah kunci.
"Dan apabila diputuskan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia siap mengirimkan UN peace keepers," tegasnya.

