Keanggotaan BRICS Dinilai Perkuat Posisi Diplomasi Ekonomi Indonesia di Global
JAKARTA, Investortrust.id - Anggota Komisi I DPR, Marwan Jafar menyambut baik keanggotaan penuh Indonesia dalam blok ekonomi BRICS. Menurutnya keanggotaan BRICS akan memperkuat nilai tawar Indonesia dalam ruang diplomasi global terutama bidang ekonomi.
"Masuknya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS akan meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam ruang diplomasi internasional. Posisi ini harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk membuka potensi kolaborasi dalam perdagangan antarnegara yang lebih fair dan saling menguntungkan," kata Marwan Jafar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/1/2024).
Baca Juga
Celios: Indonesia Perlu Waspadai Kebijakan AS terhadap Anggota BRICS
Marwan menilai bergabungnya Indonesia dengan BRICS akan memperluas potensi kerja sama perdagangan dengan negara-negara kelompok utama ekonomi berkembang, seperti Brazil, Rusia, China, India, dan Afrika Selatan. Selain itu ada 13 negara lain yang menjadi mitra BRICS seperti Bolivia, Nigeria, Turki, Uganda, Malaysia, Thailand, hingga Vietnam.
"Dengan ditopang Rusia dan China sebagai raksasa-raksasa ekonomi dunia maka nilai tawar negara anggota penuh BRICS mempunyai banyak alternatif membuka ruang kerja sama ekonomi alih-alih tergantung pada arah dan kebijakan ekonomi negara-negara Eropa dan Amerika yang telah lebih dulu mapan," ucapnya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengatakan, diakui atau tidak, posisi Indonesia dalam diplomasi ekonomi global relatif lemah. Indonesia kerap hanya menjadi pasar berbagai komoditas dari negara lain seperti energi, bahan kebutuhan pokok, produk transportasi, hingga teknologi informasi.
"Kita seringkali hanya ditempatkan sebagai pemasok bahan mentah yang murah harganya dan pasar berbagai produk olahan dengan harga berkali lipat lebih mahal. Sementara upaya hilirisasi produk unggulan kita kerap diadang dengan berbagai regulasi dan isu miring oleh negara-negara mapan," ujarnya.
Untuk itu Marwan berharap keberadaan Indonesia di BRICS tidak terjebak dalam agenda perseteruan politik anggota lain. Menurutnya, Indonesia harus tetap menganut asas bebas aktif dalam membangun aliansi terkait isu politik dan pertahanan keamanan global.
Baca Juga
"Keberadaan kita dalam BRICS harusnya didedikasikan untuk memuluskan agenda ekonomi Indonesia sehingga tercipta hubungan yang lebih terbuka dan fair. Dengan demikian Indonesia tidak lagi hanya sekadar pemasok bahan mentah dan pasar bagi berbagai produk olahan dari negara lain," tuturnya.
Sebelumnya, Indonesia secara resmi bergabung dengan blok ekonomi BRICS sebagai anggota penuh pada Selasa (7/1/2025). Hal tersebut disampaikan oleh Pemerintah Brazil sebagai ketua BRICS 2025. (C-14)

