5 Penyakit Menular Perlu Diwaspadai 2025, Dunia Lebih Siap Hadapi Pandemi Baru?
JAKARTA, investortrust.id – Lima penyakit menular perlu diwaspadai di tahun 2025. Lalu, apakah dunia lebih siap menghadapi pandemi berikutnya dibandingkan saat menghadapi Covid-19?
Pertanyaan itu dijawab Director-General World Health Organization (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus. "Jawabannya iya dan tidak. Jika pandemi berikutnya tiba hari ini, yang akan terjadi, dunia masih menghadapi beberapa kelemahan yang sama dan kerentanan yang memberikan Covid-19 sebuah pijakan 5 tahun yang lalu. Tetapi, dunia juga memiliki dan mempelajari banyak pelajaran menyakitkan. Kita juga telah mengambil tindakan dan langkah-langkah signifikan untuk melawan epidemi dan pandemi di masa depan," ucapnya dalam keterangan dikutip Minggu (5/1/2025).
Baca Juga
Di Malaysia HMPV Ditemukan Sejak 2023, akankah Jadi Pandemi Baru?
WHO bersama Bank Dunia, lanjut Dr Tedros, telah membentuk Dana Pandemi. Dana global ini sekarang membiayai 19 proyek di 37 negara.
"Dana Pandemi ini dengan hibah US$ 338 juta. WHO telah mendukung banyak negara untuk memperkuat kapasitas laboratorium mereka, untuk mendeteksi dan melacak patogen-patogen," ucapnya.
WHO juga telah menetapkannya WHO Hub untuk intelijen pandemi dan epidemi di Jerman. Hub ini untuk pengawasan kolaboratif guna meningkatkan produksi vaksin lokal dan produk medis yang lain.
Organisasi Kesehatan Dunia ini juga mendirikan mRNA Technology Transfer Hub di Afrika Selatan. Selain itu, Global Training Hub for Biomanufacturing di Republik Korea, untuk meningkatkan pemerataan akses terhadap alat penyelamat kehidupan.
"Kami juga mendirikan Interim Medical Countermeasures Network. Dengan para mitra, kami juga mendirikan Global Health Emergency Corps. Mungkin pada Mei tahun ini, Wealth Health Assembly mengadopsi paket amandemen peraturan kesehatan internasional," kata Dr Tedros.
Negara-negara anggota WHO, lanjut dia, juga terus melakukan negosiasi WHO Pandemic Agreement. Negara-negara ini berkomitmen untuk menyelesaikan perjanjian tersebut pada waktunya, untuk pertemuan Wealth Health Assembly berikutnya Mei mendatang.
"Saya tetap yakin bahwa mereka akan melakukannya," tandas dia.
Penyakit Lama dan Baru
Sementara itu, US News melansir, ada lima penyakit menular perlu diwaspadai di tahun 2025. Ini mencakup penyakit lama maupun baru.
Di Amerika Serikat, tahun 2025 dipastikan membawa penyebaran penyakit menular baik baru maupun lama, antara lain karena sejumlah faktor signifikan. Ini termasuk menurunnya tingkat vaksinasi pada anak-anak dan figur calon pemimpin baru di Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS), yang tampaknya siap untuk menabur keraguan baru terhadap vaksin di era pemerintahan Presiden Donald Trump periode kedua.
Baca Juga
"Lima penyakit itu antara lain adalah flu burung dan campak. Selain itu Mpox -- yang disebabkan oleh virus yang satu keluarga dengan virus penyebab cacar -- dan polio. Yang lain adalah disease X, yakni nama pengganti untuk penyakit hipotetis yang dapat menyebar dan menyebabkan epidemi atau pandemi," papar laporan tersebut.
Kebijakan kesehatan AS kemungkinan akan mendapat pengawasan ketat selama empat tahun ke depan, terutama jika Robert F Kennedy Jr mendapat konfirmasi dari Senat AS untuk memimpin HHS. Kennedy, yang menyangkal dirinya antivaksin, telah lama mempromosikan teori konspirasi palsu tentang vaksin.
Dia mengatakan pada bulan Juli, "Tidak ada vaksin yang Anda tahu, aman dan efektif.”
Meski Kennedy telah mengatakan ia tidak akan melarang vaksin, kemungkinan besar ia tidak akan memiliki wewenang dan upaya apa pun ke arah itu akan segera menimbulkan tantangan hukum. Ia juga masih dapat menggunakan platform potensialnya untuk mendiskreditkan dan menanamkan kecurigaan terhadap vaksin, yang dapat memengaruhi pengaplikasian vaksin.
Jika hal itu kemudian terkonfirmasi, ia akan mengambil alih HHS pada saat tingkat vaksinasi anak-anak menurun dan pengecualian persyaratan vaksinasi di sekolah meningkat. Pada saat yang sama, kumpulan anak-anak yang tidak dan kurang mendapatkan vaksinasi menciptakan kondisi yang memungkinkan penyebaran penyakit menular.
“Prospek penyakit menular dalam empat tahun ke depan sedikit suram. Kami membaginya menjadi tiga kategori yang harus diperhatikan: muncul kembali, saat ini menyebar, dan penyakit menular baru," kata Dekan Rutgers School of Public Health Dr Perry N Halkitis.

