Di Malaysia HMPV Ditemukan Sejak 2023, akankah Jadi Pandemi Baru?
JAKARTA, investortrust.id – Di ASEAN, sampel positif Human Metapneumovirus (HMPV) sudah ditemukan di Malaysia sejak 2023. Berdasarkan data Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan laboratorium rumah sakit Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM), pada 2023 ditemukan 225 sampel positif HMPV dan 327 sampel pada 2024. Lalu, apakah virus yang tengah merebak di Cina ini akan menjadi wabah global seperti pandemi Covid-19, sebagaimana concern pemberitaan utama media massa dunia dan diskusi netizen di media sosial?
Para ahli kesehatan meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Ahli biologi terkenal Vinod Scaria membagikan postingan di platform media sosial X soal virus yang sedang menjadi headline pemberitaan ini. “HMPV menunjukkan pola musiman, dengan puncak infeksi selama musim dingin. Faktanya, HMPV cukup lazim, dengan perkiraan kejadian hampir 1 dari 10 kasus infeksi saluran pernafasan bawah di Amerika Serikat,” kata Scaria sebagaimana dilansir The Economic Times, Minggu (5/1/2025).
Namun demikian, dia menekankan perlunya untuk diagnostik yang disetujui dan jalur percepatan persetujuan untuk diagnostik terhadap penyakit tersebut. Sementara IANS melaporkan, infeksi HMPV biasanya dapat terjadi dengan gejala mirip flu, seperti batuk, demam, hidung tersumbat, dan lain-lain sesak napas, seraya mencatat bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan menurut para ahli.
Di sisi lain, beberapa foto dan video muncul di media sosial menunjukkan rumah sakit di Tiongkok dibanjiri orang. Hal ini menyedot perhatian, di tengah meningkatnya kasus HMPV yang menyebabkan penyakit pernapasan dan meningkatkan kekhawatiran serius terhadap munculnya pandemi lain yang serupa dengan pandemi Covid-19.
Baca Juga
Wabah HMPV Merebak di China, Pemerintah Perketat Pengawasan di Pintu Masuk RI
Kasus di Malaysia
Sementara itu, Antara melaporkan, KKM menyatakan infeksi HMPV bukan penyakit baru di negeri jiran tersebut. Mereka yang terkena infeksi virus ini juga tidak wajib melaporkan atau memberitahukan pihak berwenang, berdasarkan Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Tahun 1988 (UU No 342).
"Peningkatan infeksi saluran pernapasan akut pada akhir dan awal tahun merupakan fenomena yang sudah diperkirakan sebelumnya, seiring dengan peningkatan infeksi saluran pernapasan yang juga dilaporkan terjadi di negara lain, terutama yang memiliki musim dingin seperti Cina. Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran infeksi, Kementerian Kesehatan Malaysia selalu melakukan pemantauan dari waktu ke waktu, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk memantau Covid-19 dan virus lain penyebab influenza dan infeksi saluran pernapasan lainnya," tandas KKM.
Baca Juga
KKM menjelaskan bahwa HMPV merupakan salah satu infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus dari keluarga Pneumoviridae. Infeksi saluran pernapasan, tandasnya, akan terus ada di masyarakat, karenanya perlu diwaspadai.

