Kejatuhan Saham Adani Group Tekan Pasar Asia
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik melemah pada Kamis (21/11/2024). Kejatuhan saham terkait miliarder Gautam Adani membuat pasar tertekan.
Baca Juga
Perhatian pasar tertuju pada saham-saham terkait miliarder Gautam Adani di India, setelah chairman Adani Group didakwa di pengadilan federal New York atas tuduhan skema suap dan penipuan besar-besaran.
Saham perusahaan Adani Group anjlok, dengan Adani Enterprises sebagai perusahaan utama turun 19%, sementara Adani Green Energy, yang menjadi pusat perhatian, anjlok 18,09%. Saham Adani Energy merosot 20%, Adani Power turun 10,5%, dan Adani Ports kehilangan 15%. Unit ritel grup tersebut, Adani Wilmar, turun 10%.
Indeks Nifty 50 turun 0,72%, sementara BSE Sensex melemah 0,57%.
Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,85% ke 38.026,17, sedangkan Topix turun 0,54% dan ditutup pada 2.682,81. Pemasok peralatan semikonduktor Advantest, yang mengungkap hubungannya dengan Nvidia pada 2023, mengurangi kerugian dan ditutup 1,6% lebih rendah.
Kospi Korea Selatan membalikkan keuntungan menjadi kerugian kecil, ditutup pada 2.480,63, sementara Kosdaq turun 0,33% dan berakhir di 680,67. Pemasok Nvidia, SK Hynix, membalikkan keuntungan menjadi turun 1,06%, sementara Samsung Electronics naik 1,99%.
Di Australia, S&P/ASX 200 melemah tipis, ditutup pada 8.323.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,32% pada jam terakhir perdagangan, sedangkan CSI300 di daratan China naik tipis 0,09% ke 3.989,3.
Investor juga memantau saham teknologi di kawasan ini setelah produsen chip Nvidia melaporkan kinerjanya.
Nvidia mencatat lonjakan pendapatan sebesar 94% secara tahunan pada kuartal ketiga menjadi $35,08 miliar. Namun, pertumbuhan ini melambat secara berurutan dibandingkan tiga kuartal sebelumnya, di mana penjualan meningkat masing-masing sebesar 122%, 262%, dan 265%.
Baca Juga
Laba bersih kuartal ini meningkat menjadi $19,3 miliar, dibandingkan dengan $9,24 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

