China Tahan Suku Bunga, Pasar Asia Mayoritas Melemah
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik sebagian besar melemah dalam perdagangan yang fluktuatif pada Rabu (20/11/2024). Ini mengikuti perkembangan global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia.
Baca Juga
Investor mencermati data perdagangan Jepang Oktober. Pertumbuhan ekspor mencapai 3,1% secara tahunan, melampaui perkiraan ekonom yang disurvei oleh Reuters, dan naik dari penurunan 1,7% pada September. Pertumbuhan impor juga melampaui perkiraan sebesar 0,4%, meskipun menurun dari 2,1% pada bulan sebelumnya.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,16% menjadi 38.352,34, sementara Topix melemah 0,43% ke 2.698,29. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,24% pada jam perdagangan terakhir, sementara CSI 300 daratan China menguat 0,22% menjadi 3.985,77.
Bank sentral China mempertahankan tingkat suku bunga pinjaman acuannya pada hari Rabu setelah memangkasnya pada Oktober.
Kospi Korea Selatan naik 0,42% menjadi 2.482,29, sementara Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil turun 0,47% menjadi 682,91. Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,57% menjadi 8.326,3 pada akhir perdagangan.
Di AS, pada sesi sebelumnya, indeks Nasdaq melonjak 1,04% menjadi 18.987,47, dan S&P 500 naik 0,4% menjadi 5.916,98. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average turun 120,66 poin, atau 0,28%, menjadi 43.268,94.
Baca Juga
Wall Street Abaikan Ketegangan Rusia-Ukraina, Nasdaq Melambung Ditopang Saham Nvidia
Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan AS bahwa ambang batas penggunaan senjata nuklir telah diturunkan, setelah Presiden Joe Biden mengizinkan Ukraina menggunakan senjata buatan AS untuk menyerang wilayah Rusia.
Pasar mengalami tekanan setelah laporan bahwa Ukraina menyerang wilayah perbatasan Rusia, Bryansk, dengan rudal buatan AS.

