Mulai Kehilangan Tenaga, Wall Street Naik Tipis Cenderung ‘Flat’
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS naik tipis cenderung datar pada Rabu waktu AS atau Kamis (14/11/2024), seiring euforia pascapemilu AS yang mereda.
Baca Juga
Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average hanya sedikit berubah. Reli pascapemilu tampaknya sudah kehilangan tenaga. Para trader juga memperhatikan laporan inflasi konsumen (CPI) Oktober yang naik, meskipun sesuai ekspektasi. S&P 500 naik tipis 0,02% menjadi 5.985,38, sementara Dow naik 47,21 poin, atau 0,11%, menjadi 43.958,19. Nasdaq Composite berakhir turun 0,26% di 19.230,74.
Indeks harga konsumen untuk Oktober naik menjadi 2,6% secara tahunan (YoY), sesuai dengan perkiraan konsensus ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Harga inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 3,3% bulan lalu, juga sesuai perkiraan. Setelah laporan inflasi ini, futures suku bunga Fed menunjukkan peluang besar bahwa kebijakan bank sentral akan kembali memotong suku bunga pada Desember.
Baca Juga
Inflasi AS Oktober Naik 2,6% YoY, Pasar Tunggu Kebijakan The Fed
“Sudah saatnya berhenti mengkhawatirkan Fed dan inflasi. Saham telah dalam autopilot sejak pemilu, dan angka hari ini tidak mengganggu tren tersebut. Desember masih memungkinkan untuk pemotongan, kata David Russell, kepala strategi pasar global di TradeStation, seperti dikutip CNBC.
Rata-rata indeks utama turun pada Selasa ketika pasar jeda dari reli pascapemilu. Dow turun sekitar 382 poin, atau 0,9%. S&P 500 turun 0,3%, sementara Nasdaq Composite turun 0,1%.
Setelah terpilihnya Donald Trump pekan lalu, Wall Street menguat, mendongkrak saham ke rekor tertinggi. Dow ditutup di atas 44.000 untuk pertama kalinya pada Senin, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mencatat rekor baru. Kenaikan juga meluas ke cryptocurrency, yang membawa bitcoin di atas $93.000 pada Rabu dengan harapan Trump akan menepati sejumlah janji untuk industri ini.

