Yield USTreasury Merosot Setelah The Fed Pangkas Suku Bunga
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi Pemerintah AS merosot pada Kamis (7/11/2024) setelah Federal Reserve menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai perkiraan.
Baca Juga
Imbal hasil USTreasury 10 tahun turun 12 basis poin menjadi 4,32% setelah sempat naik lebih dari 14 basis poin pada sesi sebelumnya. Imbal hasil Treasury 2 tahun juga turun 7 basis poin menjadi 4,21%.
Bank sentral AS pada Kamis menurunkan suku bunga acuan pinjaman overnight sebesar seperempat poin persentase atau 25 basis poin (bps) ke rentang target 4,50%-4,75%. Pasar telah memperkirakan pemangkasan ini. Keputusan The Fed kali ini lebih rendah dibandingkan pemotongan besar-besaran 50 bps pada bulan September.
Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa bank sentral belum memiliki keputusan yang pasti mengenai pengurangan suku bunga lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu khawatir terhadap perekonomian meskipun terdapat laporan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.
"Secara keseluruhan, kami merasa optimis dengan aktivitas ekonomi," kata Powell. "Namun, kami juga mendapatkan laporan inflasi. Tidak terlalu buruk, tetapi sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan."
Imbal hasil acuan 10 tahun melonjak pada sesi sebelumnya sebagai reaksi atas kemenangan mengejutkan Trump atas Wakil Presiden Kamala Harris dalam pemilu presiden. Banyak yang percaya bahwa Trump akan memperkenalkan pemotongan pajak dan tarif tinggi, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga memperlebar defisit fiskal dan memicu kembali inflasi.
Baca Juga
"Baik ekspektasi inflasi maupun imbal hasil riil telah meningkat sejak The Fed mulai memangkas suku bunga pada bulan September," kata Bill Zox, manajer portofolio di Brandywine Global, seperti dikutip CNBC. "Saya tidak berpikir The Fed akan memotong suku bunga pada Desember atau Januari, tetapi pasar obligasi akan mengirimkan pesan itu kepada The Fed," lanjutnya.
Dari sisi data, klaim pengangguran awal datang hampir sesuai perkiraan pada angka 221.000. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan 220.000 klaim untuk pekan yang berakhir 2 November.

