Pasar Eropa Menguat, tapi Saham Philips Anjlok Lebih dari 16%
LONDON, investortrust.id - Pasar Eropa menguat pada hari Senin (28/10/2024). Investor mengamati situasi geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga
Tanggapi Israel, Iran Tegaskan Tak Ingin Berperang tapi akan Membela Rakyatnya
Dikutip dari CNBC, indeks Stoxx 600 pan-Eropa mengakhiri sesi 0,47% lebih tinggi setelah beberapa penurunan sebelumnya.
Saham media dan konstruksi masing-masing bertambah 1,6% dan 2%, sementara saham minyak dan gas turun 1,4%, mengikuti penurunan harga minyak.
Saham raksasa peralatan medis Belanda Philips ditutup melemah hampir 17%. Perusahaan pada hari Senin mengatakan pihaknya memangkas prospek penjualan setahun penuh karena lemahnya permintaan dari Tiongkok.
Pelaku pasar sedang mencerna situasi geopolitik yang mereda di Timur Tengah pada hari Senin, setelah serangan udara Israel terhadap Iran pada akhir pekan tidak menargetkan fasilitas minyak atau nuklir seperti yang dikhawatirkan. Harga minyak turun lebih dari 6%, meskipun analis Citi mengabaikan kemungkinan peningkatan yang mengganggu pasokan minyak.
Saham-saham AS dibuka lebih tinggi karena investor menantikan sejumlah pendapatan teknologi berkapitalisasi besar yang akan terus mendorong Nasdaq Composite ke level tertinggi baru pada minggu ini.
Di kawasan Asia-Pasifik pada hari Senin, indeks acuan Nikkei 225 Jepang dan indeks Topix naik, didukung oleh melemahnya yen di tengah ketidakpastian politik karena LDP yang berkuasa kehilangan mayoritas di parlemen.
Baca Juga
Indeks Nikkei Menguat di Tengah Ketidakpastian Politik di Jepang

