China Siapkan Langkah Pencegahan atas Penjualan Sistem Pertahanan Udara AS ke Taiwan
JAKARTA, Investortrust.id – China berjanji akan mengambil “tindakan penanggulangan” untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya. Hal ini disampaikan pemerintah China lewat Kementerian Luar Negeri-nya, menyusul paket penjualan senjata senilai US$2 miliar oleh Amerika Serikat kepada Taiwan.
Seperti diberitakan, Pentagon pada Jumat (25/10/2024) mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menyetujui paket penjualan senjata senilai US$2 miliar ke Taiwan, termasuk sistem rudal pertahanan udara canggih yang telah diuji coba di Ukraina. Sistem pertahanan udara ini disebut-sebut sebagai pemesanan pertama Taiwan dari Amerika Serikat.
Dilansir Reuters, Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan Pentagon mengatakan penjualan baru tersebut terdiri atas sistem rudal senilai US$1,16 miliar dan sistem radar yang senilai US$828 juta. Kontraktor utama untuk sistem rudal tersebut adalah RTX Corp, demikian dalam pernyataan Pentagon.
Pemerintah China murka setelah Amerika Serikat mengklaim bahwa mereka terikat oleh hukum untuk menyediakan sarana bagi Taiwan untuk mempertahankan diri meskipun tidak ada hubungan diplomatik secara formal.
Baca Juga
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam, Kementerian Luar Negeri China mengatakan mereka mengutuk keras dan menentang penjualan tersebut dan telah mengajukan “pernyataan serius” kepada Amerika Serikat.
China mendesak Amerika Serikat untuk segera berhenti mempersenjatai Taiwan dan menghentikan tindakan berbahaya yang merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, tambah Kemenlu China dikutip Reuters, Minggu (27/10/2024).
“China akan mengambil tindakan balasan yang tegas dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk secara tegas mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah nasional,” kata Kemenlu China, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Sekadar informasi, selama lima tahun terakhir, China telah meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Taiwan, yang pemerintahannya menolak klaim kedaulatan Beijing, termasuk melakukan putaran baru latihan perang pada awal bulan ini.
Baca Juga
Pemerintah Taiwan sendiri menyambut baik penjualan senjata baru tersebut, yang merupakan penjualan senjata ke-17 dari pemerintahan Biden ke Taiwan.
“Dalam menghadapi ancaman China, Taiwan berkewajiban melindungi tanah airnya dan akan terus menunjukkan tekadnya untuk mempertahankan diri,” kata Kementerian Luar Negeri Taiwan menanggapi penjualan senjata tersebut.
Pentagon pun menyampaikan langkah penjualan ini bermanfaat bagi kepentingan nasional, ekonomi, dan keamanan AS dengan mendukung upaya berkelanjutan negara penerima untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya dan mempertahankan kemampuan pertahanan yang kredibel.
“Penjualan yang diusulkan akan membantu meningkatkan keamanan penerima dan membantu menjaga stabilitas politik, keseimbangan militer, dan kemajuan ekonomi di wilayah tersebut,” kata Pentagon.

