Taiwan: China Mustahil Jadi Tanah Air bagi Taiwan
JAKARTA, Investortrust.id – Presiden Taiwan Lai Ching-te menyampaikan dengan tegas bahwa China daratan mustahil bisa menjadi Tanah Air bagi Taiwan, yang menurut Lai memiliki akar politik yang lebih tua.
Lai, yang mulai menjabat pada bulan Mei, dikutuk Beijing sebagai seorang “separatis.” Lai menolak klaim kedaulatan dari Beijing, dengan mengatakan bahwa pulau itu adalah sebuah negara yang awalnya bernama Republik China, yang lahir dari revolusi tahun 1911 yang menggulingkan dinasti kekaisaran terakhir.
Pemerintahan republik melarikan diri ke Taiwan pada tahun 1949 setelah kalah dalam perang saudara dengan komunis pimpinan Mao Zedong yang mendirikan Republik Rakyat China.
Berbicara pada konser menjelang perayaan hari nasional Taiwan pada 10 Oktober, Lai mencatat bahwa Republik Rakyat China telah merayakan hari jadinya yang ke-75 pada tanggal 1 Oktober. Sementara Taiwan dalam beberapa hari lagi akan merayakankan ulang tahunnya yang ke-113 sebagai sebuah negara bernama Republik China.
Baca Juga
“Oleh karena itu, dari segi usia, mustahil sekali Republik Rakyat China menjadi 'tanah air' bagi rakyat Republik China. Sebaliknya, Republik China bisa menjadi tanah air bagi rakyat Republik Rakyat China, yang usianya sudah lewat dari 75 tahun,” kata Lai yang disambut tepuk tangan, seperti dikutip Voice of America, Sabtu (6/10/2024).
“Salah satu makna terpenting dari perayaan ini adalah kita harus ingat bahwa kita adalah negara yang berdaulat dan mandiri,” tegasnya.
Kantor Urusan Taiwan di RRC tidak merespons permintaan komentar yang diajukan oleh VOA.
Namun sebelumnya Presiden RRC Xi Jinping, dalam pidatonya menjelang hari nasional negaranya, menegaskan kembali pandangan pemerintahnya bahwa Taiwan adalah wilayahnya.

