Meski Terus Diserang Israel, Lebanon Tak Hentikan Upaya Diplomatik
BEIRUT, investortrust.id - Penjabat Perdana Menteri Lebanon Najiib Mikati menyatakan bahwa negara-negara Arab dan internasional terus berupaya menghentikan serangan Israel ke negaranya, "meskipun Israel bersikap keras kepala,”
Baca Juga
Tentara Lebanon Sulit Hadapi Israel, Pakar Militer Ungkap Faktor Penyebabnya
"Beberapa pihak mungkin berpikir bahwa upaya diplomatik telah terhenti, namun itu tidak benar, kami terus melakukan kontak yang diperlukan," kata Mikati dalam pernyataan yang dirilis oleh kantornya, dikutip dari Antara, Kamis (10/10/2024).
Dia memastikan bahwa mitra-mitra Lebanon dari Arab dan negara asing terus memberikan tekanan untuk gencatan senjata guna membuka jalan bagi pembahasan langkah-langkah politik penting, terutama Resolusi PBB 1701.
Resolusi yang diadopsi pada 11 Agustus 2006 itu menyerukan penghentian total pertempuran antara Lebanon dengan Israel dan pembentukan zona demiliterisasi antara Blue Line (perbatasan antara Lebanon dengan Israel) dan Sungai Litani, dan hanya mengizinkan tentara Lebanon dan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) untuk memiliki senjata dan peralatan militer di wilayah tersebut.
Selain itu, Mikati mengatakan krisis pengungsian yang disebabkan oleh serangan Israel menimbulkan “tantangan” bagi Pemerintah Lebanon.
Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon dengan dalih menargetkan Hizbullah sejak 23 September, menewaskan lebih dari 1.250 orang, melukai 3.618 lainnya, dan membuat lebih dari 1,2 juta orang mengungsi.
Serangan udara tersebut merupakan eskalasi perang lintas perbatasan selama setahun antara Israel dan Hizbullah sejak dimulainya serangan brutal Tel Aviv di Jalur Gaza membalas serangan Hamas tahun lalu.
Baca Juga
Protes Meluas di Eropa Menentang Serangan Israel di Gaza dan Lebanon

