Dua Personel TNI di Lebanon Terluka Diserang Tentara Israel
JAKARTA, Investortrust.id – Dua orang personel Tentara Nasional Indonesia yang tergabung dalam kontingen pasukan penjaga perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil) mengalami luka-luka ketika terjadi serangan terhadap markas pasukan PBB di Lebanon Selatan oleh pasukan Israel (Israel Defence Force/IDF).
Serangan terhadap pos penjagaan PBB terjadi Kamis (10/10/2024) waktu Indonesia barat ini dibenarkan oleh Menteri luar Negeri Retno L Marsudi, di sela kehadirannya di Asean Summit di Vientiane, Laos.
Disampaikan Juru Bicara Kemenlu Roy Soemirat yang mewakili Menlu Retno lewat pesan singkat, Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan IDF di Lebanon Selatan yang telah melukai dua personel pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia.
“Dua prajurit TNI yg tergabung dalam Unifil tersebut mengalami luka ringan ketika sedang menjalankan tugas pemantauan di menara pemantau di markas kontingen Indonesia di Naqoura,” kata Menlu.
Baca Juga
Harga Minyak Anjlok 4% Dipicu Gencatan Senjata Hizbullah-Israel
Naqoura terletak di Selatan Lebanon, di kawasan yang disebut blue line, sebagai kawasan tempat bermarkasnya pasukan perdamaian PBB yang mendapatkan mandat Dewan Keamanan PBB untuk menjaga stabilitas keamanan di Lebanon.
“Kedua personil tersebut segera memperoleh perawatan di rumah sakit terdekat, dan saat ini dalam kondisi yang baik,” demikian keterangan Menlu yang disampaikan Roy.
Adapun luka yang dialami dua personel tersebut diakibatkan oleh luncuran peluru dari tank Merkava milik IDF.
Menlu Retno sendiri mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan komandan kontingen Garuda FHQSU (Force Headquarter Support Unit) di Naquora.
Terhadap serangan ini, Unifil juga telah mengeluarkan pernyataan yang isinya mendesak IDF untuk mematuhi kewajiban yang akan memastikan keamanan dan keselamatan personel dan premise PBB.
Baca Juga
Meski Terus Diserang Israel, Lebanon Tak Hentikan Upaya Diplomatik
“Indonesia mengingatkan kepada IDF mengenai pentingnya penghormatan terhadap pasukan dan properti Unifil dan memastikan keselamatan dan keamanan personil Unifil,” tegas Retno. “Indonesia tegaskan serangan apapun terhadap peacekeepers adalah pelanggaran berat hukum humaniter internasional dan resolusi DK PBB 1701 sebagai dasar mandat Unifil,” tambah menlu.
Dalam kesempatan yang sama, Menlu juga meminta semua pihak untuk menjamin dihormatinya inviolability, atau (tidak dapat dilanggarnya wilayah PBB dalam segala waktu dan keadaan. Menlu juga mendesak dilakukannya penyelidikan atas serangan tersebut dan pelakunya dimintai pertanggungjawaban.

