Wall Street Tertekan Sentimen Harga Minyak dan Obligasi AS, Dow Anjlok 400 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada hari Senin waktu AS atau Selasa (8/10/2024) WIB. Indeks Dow Jones anjlok hampir 400 poin. Pasar dibebani sentimen kenaikan harga minyak dan imbal hasil USTreasury.
Baca Juga
Timur Tengah Masih Membara, Harga Minyak Melonjak Lebih dari 3%
Dow Jones Industrial Average turun 398,51 poin, atau 0,94%, berakhir di 41.954,24. S&P 500 turun 0,96% menjadi 5.695,94, dan Nasdaq Composite kehilangan 1,18% dan ditutup di 17.923,90.
Imbal hasil Treasury 10-tahun naik lebih dari 4 basis poin menjadi 4,02%. Sejak Agustus, ini pertama kalinya imbal hasil USTreasury 10-tahun melampaui 4%. Harga minyak juga naik seiring ketegangan di Timur Tengah. Minyak Brent sempat menembus $80 per barel, sedangkan minyak mentah AS naik lebih dari 3% dan berada di atas $77 per barel.
Pergerakan pasar pada hari Senin terjadi setelah Wall Street melewati minggu yang penuh gejolak, tapi mencatat kenaikan moderat. S&P 500 naik 0,2% selama seminggu, sementara Nasdaq Composite naik 0,1% dan Dow naik 0,1%.
"Kita baru saja melalui minggu yang diselamatkan oleh laporan pekerjaan pada hari Jumat. Dua hal yang menurut saya paling diwaspadai oleh investor adalah imbal hasil Treasury yang perlahan naik kembali dan harga energi yang merangkak lebih tinggi," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Wall Street Rebound Setelah Rilis Data Tenaga Kerja AS, Dow Melejit dan Cetak Rekor Baru
Kedua hal ini, menurut dia, mungkin membuat investor berpikir, apakah ini akan menjadi lebih buruk sebelum kondisi membaik. "Kami tentu tidak berpikir itu akan terjadi," ujarnya. Bisa saja, hal ini menjadi alasan investor untuk berhati-hati menjelang dimulainya musim laporan keuangan perusahaan.
Saham energi, yang naik sekitar 0,4%, adalah satu-satunya sektor di S&P 500 yang ditutup di wilayah positif. Sektor utilitas dan konsumen non-primer termasuk di antara yang paling tertinggal, keduanya turun sekitar 2%.
Minggu ini, pasar menunggu notulen pertemuan Federal Reserve pada hari Rabu dan laporan indeks harga konsumen pada hari Kamis. Laporan pendapatan perusahaan juga mulai dipublikasi, seperti Delta Air Lines dan JPMorgan Chase yang akan diumumkan masing-masing pada hari Kamis dan Jumat.

