Menuju Dedolarisasi, Vladimir Putin Rilis Sistem Pembayaran BRICS Independen
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan kolaborasi dengan sejumlah negara ekonomi berkembang yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan South Africa (BRICS) untuk mengembangkan sistem pembayaran independen sebagai upaya menuju dedolarisasi.
“Kami tengah bekerja sama dalam kerangka kerja sama dengan negara-negara BRICS untuk menciptakan konfigurasi pembayaran dan penyelesaian sendiri yang akan menciptakan kondisi untuk layanan yang efisien dan independen terhadap seluruh perdagangan luar negeri,” ujarnya, dilansir dari CryptoNewsFlash, Senin (30/9/2024).
Aliansi BRICS tengah mendapat momentum dengan semakin banyaknya negara berkembang yang bergabung, dengan harapan dapat menantang hegemoni ekonomi dolar Amerika Serikat (AS) yang telah berlangsung lama.
Baca Juga
Perekonomian Global Membaik, Tren Aset Kripto dan Saham Diprediksi Kian Menarik
Putin menekankan perlunya kerangka kerja independen kuat yang akan memungkinkan negara-negara BRICS untuk memproses transaksi internasional yang lebih efisien. Dengan masuknya sejumlah negara seperti Argentina, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirate Arab (UEA), BRICS kini mewakili lebih dari 40% populasi dunia dan mengendalikan sebagian besar produksi minyak global.
Secara umum, tujuan utama dari upaya ini adalah untuk mengurangi ketergantungan pada raksasa keuangan yang didominasi barat seperti SWIFT dan lembaga keuangan seperti Bank Dunia, yang telah mengendalikan sebagian besar lanskap keuangan.
Baca Juga
Ambil Langkah Berani, Perusaahaan Aset Investasi Raksasa di Dunia Ini Borong 1.413 Bitcoin
Sistem baru ini juga bertujuan untuk mengubah cara transaksi perdagangan luar negeri yang dilakukan antara negara-negara BRICS yang menawarkan alternatif terhadap kekuatan dominan dolar AS.
Rusia, sebagai penggerak utama gerakan dedolarisasi BRICS tengah menggarap sistem berbasis kripto untuk menghindari blokade ini. Mengingat bahwa ranah kripto sepenuhnya mampu memenuhi persyaratan negara BRICS.

