Menlu Israel Tolak Usulan Gencatan Senjata Konflik Lebanon
WASHINGTON, investortrust.id - Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz menolak usulan gencatan senjata di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, beberapa jam setelah Uni Eropa, Amerika Serikat, Perancis dan delapan negara lainnya menyerukan penghentian pertempuran selama 21 hari.
Baca Juga
Israel Disebut Pasang Peledak di Ribuan 'Gadget' Hizbullah, Ribuan Terluka
“Kami akan terus berjuang melawan organisasi teroris Hizbullah dengan seluruh kekuatan kami sampai kemenangan dan penduduk wilayah utara kembali dengan selamat ke rumah mereka,” kata Katz di platform media sosial X.
Dilansir VOA, Kamis (26/9/2024), Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia belum menanggapi proposal gencatan senjata tersebut, dan bahwa dia menginstruksikan militer Israel untuk terus berperang “dengan kekuatan penuh.”
Proposal gencatan senjata tersebut muncul pada Rabu malam dalam sebuah pernyataan yang mengatakan konflik antara Israel dan kelompok militan Hizbullah “tidak dapat ditoleransi dan menghadirkan risiko eskalasi regional yang lebih luas yang tidak dapat diterima.”
Pernyataan multinasional tersebut mengatakan gencatan senjata akan memungkinkan perundingan menuju penyelesaian diplomatik sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan penghentian bentrokan antara Israel dan Hizbullah, serta gencatan senjata antara Israel dan militan Hamas di Gaza. Mengupas.
Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar juga bergabung dalam seruan gencatan senjata, yang menyatakan bahwa konflik regional yang lebih luas “tidak ada kepentingannya, baik rakyat Israel maupun rakyat Israel. Libanon."
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot mengatakan kepada Dewan Keamanan pada Rabu pagi bahwa dia akan berangkat ke Beirut akhir pekan ini untuk bekerja dengan pemangku kepentingan setempat dalam mencapai resolusi diplomatik atas konflik tersebut.
Baca Juga
Di Sidang Umum PBB, Menlu Retno Kutuk Serangan Israel ke Lebanon

