Yield USTreasury 2-Tahun Naik di Tengah Spekulasi Arah Suku Bunga
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury 2-tahun sedikit lebih tinggi pada hari Senin (9/9/2024). Investor menunggu angka inflasi baru yang akan dirilis minggu ini, menyusul serangkaian rilis data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Data inflasi ini akan memberi petunjuk langkah Federal Reserve dalam penentuan arah suku bunga.
Baca Juga
Imbal Hasil USTreasury Merosot Dipicu Kekhawatiran Prospek Ekonomi AS
Mengutip CNBC, imbal hasil Treasury 10-tahun berada tepat di bawah garis datar di 3,706%. Imbal hasil Treasury 2 tahun naik sekitar 3 basis poin menjadi 3,681%.
Indeks harga konsumen bulan Agustus akan dirilis pada hari Rabu, diikuti oleh indeks harga produsen pada hari Kamis.
Imbal hasil Treasury anjlok pada minggu pertama perdagangan bulan September karena laporan nonfarm payrolls dan private payrolls sama-sama meleset dari perkiraan, sehingga menghidupkan kembali kekhawatiran mengenai sejauh mana perlambatan ekonomi AS. Tingkat pengangguran turun seperti yang diharapkan menjadi 4,2%.
Baca Juga
Nonfarm Payroll AS Agustus di Bawah Perkiraan, tapi Pengangguran Menurun
Federal Reserve mengadakan pertemuan kebijakan moneter berikutnya pada 18 September. Pasar terakhir memperkirakan kemungkinan 71% penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, dibandingkan dengan probabilitas 29% penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin, menurut Alat FedWatch CME Group.
Perkiraan pengurangan yang lebih besar meningkat menjadi hampir 50-50 pada minggu lalu karena data yang mengecewakan, sehingga mendorong pasar saham melemah.
Baca Juga
Powell Indikasikan Pemangkasan Suku Bunga September, Ini Syaratnya

