Wall Street Melesat, Dow Jones Naik Lebih dari 200 Poin dan Cetak Rekor Tertinggi Baru
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS naik pada Jumat waktu AS atau Sabtu (31/8/2024) WIB. Dow Jones Industrial Average membukukan rekor tertinggi baru. Investor mengakhiri bulan yang bergejolak dengan catatan mengesankan. Para trader juga mempertimbangkan data inflasi penting yang diawasi ketat oleh Federal Reserve.
Baca Juga
Indikator Inflasi Favorit The Fed Meningkat 0,2% pada Bulan Juli
Dow yang terdiri dari 30 saham unggulan melonjak 228,03 poin, atau 0,55%, menjadi 41.563,08. Indeks blue-chip menyentuh rekor tertinggi baru sepanjang masa pada menit-menit terakhir sesi perdagangan.
S&P 500 menguat 1,01%, ditutup pada 5.648,40, dan Nasdaq Composite yang sarat teknologi naik 1,13% menjadi berakhir pada 17.713,62.
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, yang merupakan ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, naik 0,2% secara bulanan di bulan Juli dan 2,5% dari tahun lalu. Hasil tersebut sejalan dengan perkiraan ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Tidak termasuk makanan dan energi, angka tersebut juga naik 0,2% dari bulan sebelumnya.
The Fed terus mencermati metrik ini, dan metrik ini masih dapat memengaruhi keputusan suku bunga para pengambil kebijakan di bulan September.
Baca Juga
Isyarat Penurunan Suku Bunga Makin Kuat, Powell : Sudah Saatnya Lakukan ‘Adjustment’
“Pasar ekuitas berperilaku seolah-olah semuanya baik-baik saja,” kata Michael Green, kepala strategi di Simplify Asset Management, berbicara tentang aksi pasar hari Jumat, seperti dikutip CNBC. Ia menambahkan, ada lebih banyak bukti mengenai soft landing, dan hanya ada sedikit bukti bahwa The Fed akan melakukan pemotongan suku bunga secara agresif.
Baca Juga
Wall Street Ditutup Bervariasi: Dow Ukir Rekor, Nasdaq Jatuh Tertekan Saham Nvidia
Pada akhir perdagangan bulan Agustus, S&P 500 membukukan kenaikan bulanan sebesar 2,3%, sedangkan Dow naik hampir 1,8%, dan Nasdaq Composite meraih kenaikan 0,7% untuk periode Agustus.
S&P 500 mencatatkan kenaikan bulan keempat berturut-turut. Lonjakan kebutuhan pokok konsumen, real estate dan layanan kesehatan membantu mengangkat indeks pasar secara luas pada bulan Agustus.
Indeks utama rata-rata mengalami aksi jual tajam di awal bulan, dengan S&P 500 kehilangan sebanyak 7,3% sebelum pulih. Dow dan Nasdaq masing-masing turun sebanyak 5,4% dan 10,7%, pada posisi terendah bulan ini.

