Didukung Sektor Otomotif, Mayoritas Saham Eropa Menguat Akhir Pekan
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa ditutup lebih tinggi pada hari Jumat (16/8/2024), mengakhiri minggu yang menguntungkan bagi saham global.
Baca Juga
Indeks pan-European Stoxx 600 ditutup naik 0,31%, mencatat kenaikan mingguan sebesar 2,4%. Saham otomotif mencatat kenaikan sektoral terbesar, bertambah 1,06%, sementara saham minyak dan gas kehilangan 0,15%. Mayoritas bursa utama Eropa menguat, tapi indeks FTSE 100 Inggris turun 35,94 poin atau 0,43%.
Saham-saham AS juga membukukan kenaikan yang solid, dengan dorongan besar terjadi pada hari Kamis ketika klaim pengangguran mingguan turun dan data penjualan ritel AS jauh lebih kuat dari perkiraan.
Hal ini semakin memberikan sinyal kepada investor bahwa kekhawatiran atas resesi AS, yang berkontribusi terhadap aksi jual global yada awal bulan ini, adalah hal yang berlebihan. Seiring dengan efek riak dari kebijakan moneter Jepang, para analis mengatakan sebagian dari volatilitas tersebut mungkin disebabkan oleh tren historis pada bulan Agustus, ketika perdagangan cenderung lebih dangkal.
Stoxx 600 dan S&P 500 Wall Street masih berada di bawah level awal bulan ini, namun kenaikan yang stabil sepanjang minggu ini telah memulihkan kerugian dari penurunan sebelumnya.
Dari segi data pada hari Jumat, penjualan ritel Inggris menunjukkan rebound dari penurunan 0,9% di bulan Juni menjadi pertumbuhan 0,5% di bulan Juli, sejalan dengan ekspektasi dalam jajak pendapat Reuters. Volume penjualan naik 1,1% dalam tiga bulan hingga Juli.
Alex Kerr, ekonom Inggris di Capital Economics, mengatakan dalam sebuah catatan pada hari Jumat bahwa kenaikan ritel tidak terjadi secara luas, dengan sektor-sektor seperti makanan, pakaian dan barang-barang rumah tangga mengalami kesulitan.
“Kami terus berpikir bahwa peningkatan pendapatan riil, seiring dengan turunnya inflasi, berarti pertumbuhan belanja konsumen meningkat selama sisa tahun ini,” jelas Kerr, seperti dikutip CNBC.
Hal ini terjadi setelah inflasi Inggris menunjukkan kenaikan menjadi 2,2% pada bulan Juli, peningkatan yang lebih rendah dari perkiraan, sementara perekonomian mencatat ekspansi sebesar 0,6% pada kuartal kedua.
Pound Sterling Inggris naik 0,4% terhadap dolar AS pada $1,2902 Jumat pagi, nilai tertinggi selama lebih dari tiga minggu. Sterling juga 0,2% lebih tinggi terhadap euro.
Saham-saham Asia-Pasifik mengikuti momentum positif dari data AS dan diperdagangkan lebih tinggi pada hari Jumat.
Baca Juga
Wall Street Reli: S&P 500 dan Nasdaq Melambung, Dow Melesat Hampir 600 Poin

