Momok Resesi Masih Menghantui, Wall Street Kembali Terjungkal
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS ditutup melemah pada Rabu waktu AS atau Kamis (8/8/2024). Investor kelihatannya masih khawatir dan upaya pasar untuk pulih sepenuhnya dari aksi jual Senin lalu, sepertinya gagal.
Baca Juga
Dow Jones Industrial Average anjlok 234,21 poin, atau 0,60%, menjadi 38.763,45. S&P 500 turun 0,77% dan berakhir pada 5,199.50, sedangkan Nasdaq Composite turun 1,05% ditutup pada 16,195.81.
Pada sesi tertinggi, Dow melonjak 480,30 poin, sedangkan S&P 500 melonjak 1,73%. Nasdaq yang sarat teknologi naik lebih dari 2% pada satu titik.
Rollover di Nvidia dan saham-saham teknologi besar lainnya setelah lonjakan awal menyebabkan rata-rata saham utama jatuh. Nvidia jatuh 5,1%, sementara saham Super Micro Computer anjlok 20,1% setelah pendapatan fiskal kuartal keempat perusahaan server itu meleset dari perkiraan analis. Tesla juga kehilangan 4,4% dan Platform Meta merosot 1%.
Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun yang menjadi acuan terus meningkat dan naik sekitar enam basis poin menjadi 3,95%. Hal ini menandai kembalinya kekhawatiran terkait angka ketenagakerjaan yang lemah pada hari Jumat. Ini meningkatkan kekhawatiran akan penurunan ekonomi dan resesi.
Baca Juga
Pertumbuhan Lapangan Kerja AS Melambat, Pengangguran Membengkak. Tanda resesi?
Indeks Volatilitas Cboe, yang dikenal sebagai “pengukur ketakutan” Wall Street, terakhir diperdagangkan di hampir 28 setelah jatuh ke level 22 pada hari Rabu sebelumnya. Penurunan tajam dari sekitar 65 pada hari Senin menunjukkan kekhawatiran investor mereda, namun masih tetap tinggi dari level awal pada awal bulan.
“Ada kepastian selama beberapa hari terakhir bahwa keadaan sudah sedikit tenang. Namun masih ada beberapa hal yang belum diketahui, seperti seberapa besar pelemahan yang terjadi pada carry trade yen, serta hambatan geopolitik,” kata Charlie Ripley, ahli strategi investasi senior di Allianz Investment Management, seperti dikutip CNBC.
Pada hari Selasa, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1%, sedangkan 30 saham Dow bertambah hampir 300 poin pada hari Selasa. Pada hari Senin, Dow dan pasar luas S&P 500 membukukan sesi terburuknya sejak tahun 2022, dipicu oleh kekhawatiran resesi dan melemahnya carry trade yen.
Baca Juga
Wall Street Rontok Dibayangi Ancaman Resesi, Dow Jones Nyungsep Lebih dari 1.000 Poin

