Bank Tertua Kedua di AS Ini Berencana Rilis Stablecoin
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan jasa keuangan dan bank tertua kedua di Amerika Serikat (AS), State Street Corporation dilaporkan siap mengeksplorasi teknologi blockchain.
Menurut laporan Bloomberg News pada Rabu (17/7/2024), State Street sedang mempertimbangkan membuat stablecoin dan token depositnya sendiri.
Selain itu, mereka juga dapat memanfaatkan investasinya di startup pembayaran berbasis di Inggris, Fnality. Dalam beberapa bulan mendatang, State Street berencana untuk fokus pada tokenisasi aset seperti dana.
Rencana ini merupakan bagian dari perluasan aset digital State Street yang lebih luas. Perusahaan ini secara bertahap berintegrasi ke dalam ruang kripto, terutama dengan bertindak sebagai pengelola dana untuk ETF Bitcoin yang diluncurkan awal tahun ini.
Baca Juga
State Street juga telah mengintegrasikan tim aset digitalnya ke dalam keseluruhan operasi bisnisnya, yang bertujuan untuk integrasi yang lebih erat antara keuangan tradisional dan aset digital.
Bekerja sama dengan Galaxy Asset Management, State Street telah mengembangkan ETF aset digital untuk memenuhi permintaan yang meningkat.
Melansir dari Coinvestasi pada Jumat (19/7/2024), ketertarikan State Street terhadap blockchain adalah bagian dari tren yang lebih luas di kalangan lembaga keuangan untuk memodernisasi dan menyederhanakan proses penyelesaian melalui aset digital. JPMorgan Chase & Co. telah menjadi yang terdepan dalam bidang ini, meluncurkan blockchain Onyx dan JPM Coin pada tahun 2020.
Baca Juga
JPMorgan Chase & Co juga semakin memperluas inisiatif blockchainnya dengan Tokenized Collateral Network pada 2023, sehingga meningkatkan pembayaran yang dapat diprogram.
Demikian pula, Goldman Sachs mulai memperdagangkan obligasi digital di blockchain pada tahun 2021, yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap aset digital dalam keuangan tradisional.
PayPal meluncurkan stablecoin PYUSD pada Agustus 2023, sementara BlackRock merambah ke tokenisasi aset dengan dana likuiditas digital pada Maret 2024.

