Deutsche Bank Bakal Ajukan Gugatan Likuidasi Raksasa Properti China
JAKARTA, Investortrust.id - Deutsche Bank, bank raksasa asal Jerman dilaporkan tengah menyiapkan gugatan likuidasi di Hong Kong terhadap pengembang China, Shimao Group, demikian dua sumber yang dikutip Reuters, Jumat (1/3/2024). Gugatan yang dilakukan lembaga asing di luar China merupakan `peristiwa yang jarang terjadi, menyusul meningkatnya kegagalan kredit dan krisis sektor properti China yang semakin dalam.
Shimao yang berbasis di Shanghai adalah salah satu dari banyak pengembang China yang gagal membayar obligasi luar negeri. Perusahaan gagal membayarkan bunga dan pokok untuk obligasi luar negeri senilai US$1 miliar pada bulan Juli 2022.Setelah bunga dan pokok utang tak berhasil dibayar, seluruh utang luar negeri senilai US$11,7 miliar milik Shimao dianggap gagal bayar.
Deutsche Banksebagai salah satu kreditur Shimao, saat ini tengah mencari cara mengajukan petisi likuidasi Maret 2024 ini, setelah menemukan bahwa syarat restrukturisasi utang pengembang tersebut tidak dapat diterima. Demikian diungkapkan kedua sumber yang menolak diungkap identitasnya. Sayangnya Deutsche Bank menolak untuk berkomentar. Begitu pula Shimao Group tidak menanggapi pertanyaan yang diajukan Reuters.
Sebelulmnya, Shimao merupakan pengembang teratas di urutan ke-20 di China. Grup ini telah mengajukan langkah restrukturisasi utang luar negerinya kepada kreditur pada bulan Desember tahun lalu, setelah 18 bulan masa negosiasi.
Baca Juga
Pengadilan Hongkong Perintahkan Likuidasi Grup Properti Raksasa Evergrande
Langkah yang diambil oleh Deutsche Bank, jika final, akan menjadi kasus langka dari perusahaan keuangan asing besar yang memulai gugatan likuidasi terhadap pengembang China sejak sektor tersebut tergelincir ke dalam krisis utang pada tahun 2021.
Grup China Evergrande, pengembang properti terutang terbesar di dunia, diperintahkan untuk dilikuidasi oleh pengadilan Hong Kong pada bulan Januari 2024, setelah kreditor setempat mengajukan gugatanpada pengembang yang gagal bayar tersebut.
Petisi likuidasi juga telah diajukan terhadap pengembang properti swasta Country Garden oleh perusahaan lain yang terdaftar di Hong Kong setelah gagal memenuhi kewajiban pembayaran.
Peningkatan petisi likuidasi terhadap pengembang datang pada saat Beijing berusaha untuk menghidupkan kembali sektor properti dengan serangkaian langkah dukungan, dan kemungkinan akan menambah kekhawatiran pembeli rumah tentang prospek perusahaan properti.

