Presiden Baru Argentina Ajukan ‘Debt Swap’ Utang Domestik Senilai Rp1.100,5 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Argentina, Javier Milei, mengusulkan pertukaran utang domestik yang bisa mencapai lebih dari US$71 miliar atau setara Rp1.100,5 triliun, dengan tujuan menstabilkan keuangan negara dengan menunda jatuh tempo dan mengurangi defisit menjadi nol.
Menteri Ekonomi Luis Caputo dan Menteri Keuangan Pablo Quirno memberi tahu perwakilan bank lokal dan asing yang beroperasi di Argentina bahwa mereka berencana untuk mengeluarkan obligasi berdenominasi peso baru pada bulan Februari 2024, untuk ditukar dengan utang yang jatuh tempo tahun 2024, demikian disampaikan sejumlah sumber yang dekat dengan kementerian terkait,s eperti dilansir Bloomberg, Sabtu (6/1/2024).
Kebijakan Ini akan menjadi perputaran utang domestik terbesar dalam sejarah Argentina, melampaui manuver serupa tahun lalu yang dilakukan pendahulunya, Sergio Massa. Massa saat itu menunda jatuh tempo utang sebesar US$28,5 miliar atau setara Rp441,75 triliunselama masa jabatannya.
Jurubicara Kementerian Ekonomi belum menanggapi permintaankomentar. Kabarnya pembicaraan soal skema ini masih berlangsung dan ketentuan proposal tersebut bisa saja berubah.
Baca Juga
Nilai tukar paralel Argentina melemah pada hari Jumat (5/1/2024) untuk sesi keenam berturut-turut menjadi 1.133 peso per dolar AS, mencetak rekor pelemahan baru.
Sebelumnya perusahaan broker lokal GMA Capital sempat mengemukakan pembayaran utang obligasi Pemerintah Argentina dalam mata uang lokal untuk tahun ini diperkirakan mencapai 57,5 triliun peso (US$71 miliar), yang mencakup obligasi dengan pembayaran bunga yang dikaitkan dengan inflasi, nilai tukar, serta obligasi dengan suku bunga tetap. GMAmemperkirakan sekitar 40% dari utang tersebut merupakan utang sektor swasta, dan bukan bank-bank publik yang umumnya dipaksa oleh pemerintah untuk memperpanjang jatuh tempo.
Skema debt swap ini akan menambah langkah-langkah terapi kejut yang dilakukan oleh Milei dalam 1 bulan awal masa jabatannya. Terapip kejut lainnya dari Milei termasuk devaluasi peso sebesar 54%, dorongan deregulasi massal, dan pemotongan sginifikan anggaran belanja untuk memperbaiki defisit kronis yang menjadi akar inflasi yang melonjak lebih dari 200%.
Tingginya inflasi menempatkan hampir setengah populasi berada dalam kemiskinan. Tantangan lain yang dihadapi Milei adalah utang hampir senilai US$1 miliar kepada kreditor Wall Street, sementara itu pemerintah juga bakal menghadapi putusan pengadilan pada pekan depan terkait kasus utang sebesar US$16 miliar.
Setelah devaluasi Desember, bank sentral Argentina mengumpulkan kembali cadangan devisa sekitar US$3 miliar. Sementara itu kesenjangan nilai tukar resmi Argentina dan nilai tukar paralelnya menyempit menjadi hampir 10% dari 200%.
Baca Juga
‘Pesta Usai,’ Capres Argentina Javier Milei Akan Tutup Bank Sentral
Namun para investor memperkirakan mata uang Argentina akan semakin tertekan dalam beberapa pekan mendatang akibat beberapa perombakan kebijakan Milei yang dinilai tidak berkelanjutan.
Caputo dan Quirno memberi tahu para bankir bahwa debt swap berdasar harga pasar akan bersifat sukarela, dan obligasi akan disesuaikan dengan kebutuhan bank. Para pembuat kebijakan mengusulkan untuk menjadikan obligasi yang terkait dengan inflasi, yang jatuh tempo pada tahun 2025, 2026, dan 2027 sebagai salah satu alternatif untuk pertukaran.
Pertemuan dengan pejabat bank berlangsung pada hari yang sama, rencananya Caputo memulai pembicaraan dengan staf Dana Moneter Internasional (IMF) yang tiba di Buenos Aires untuk memulai kembali negosiasi utang US$44 miliar pemerintah. Meskipun pembicaraan tingkat teknis dimulai pada hari Jumat, pertemuan Caputo dengan pejabat IMF ditunda untuk kedua kalinya, hingga Senin (8/1/2024). Juru bicara IMF tidak memberikan komentar tentang perubahan jadwal.

