Yield Obligasi AS 30-Tahun Tembus 5,6%, Level Tertinggi dalam 2 Dekade
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor panjang kembali melonjak, dengan yield Treasury 30 tahun menembus level tertinggi dalam lebih dari dua dekade.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Dipicu Kenaikan Yield Obligasi AS, Dow Tergerus Hampir 350 Poin
Kenaikan yield obligasi itu memperlihatkan kekhawatiran investor terhadap inflasi, kebijakan moneter bank sentral, defisit fiskal AS, serta besarnya pasokan obligasi pemerintah yang harus diserap pasar.
Yield Treasury 30 tahun naik lebih dari 2 basis poin menjadi 5,585% pada perdagangan Selasa (29/9/20. Sebelumnya, yield tersebut sempat menembus 5,6%, level tertinggi sejak Juni 2002 ketika yield obligasi tenor 30 tahun mencapai 5,644%.
Sementara itu, yield Treasury 10 tahun, yang menjadi acuan penting bagi biaya pinjaman seperti kredit perumahan, kredit kendaraan dan kartu kredit, naik sekitar 1 basis poin menjadi 5,253%.
Berbeda dengan tenor panjang, yield Treasury 2 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,891%. Yield tenor dua tahun biasanya lebih sensitif terhadap ekspektasi perubahan suku bunga Federal Reserve.
"Investor tetap sangat fokus pada inflasi dan mereka semakin khawatir terhadap defisit fiskal di AS, serta jumlah pasokan Treasury," kata JoAnne Bianco, senior investment strategist di BondBloxx Investment Management, kepada CNBC.
Menurut Bianco, kondisi tersebut membuat investor menilai pasar membutuhkan term premium yang lebih tinggi. Term premium merupakan kompensasi tambahan yang diminta investor untuk memegang obligasi dengan jangka waktu lebih panjang.
Lonjakan biaya pinjaman pemerintah AS terjadi ketika Washington dan Teheran melakukan pembicaraan terpisah melalui mediator untuk mencari penyelesaian konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah, menurut laporan Al Jazeera.
Kekhawatiran Inflasi
Perang yang telah berlangsung selama tujuh bulan tersebut terus memengaruhi harga energi. Ketidakpastian harga energi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve perlu mempertahankan atau menaikkan suku bunga untuk menekan tekanan harga.
Baca Juga
Dibayangi Inflasi dan Harga Minyak, Yield Treasury AS Kembali Melonjak
Kekhawatiran tersebut semakin kompleks karena kenaikan utang pemerintah AS juga meningkatkan kebutuhan penerbitan Treasury.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang lebih dari 72% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan berikutnya pada Oktober, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Ekspektasi tersebut muncul setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada awal September memberikan suara bulat 12-0 untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
Kenaikan yield Treasury, terutama pada tenor panjang, menjadi perhatian pasar karena dapat meningkatkan biaya pembiayaan pemerintah sekaligus menekan valuasi aset berisiko seperti saham.
