Houthi Serang 4 Kota Saudi, Perluas Konflik Timur Tengah
Poin Penting
|
ADEN, investortrust.id - Houthi Yaman yang didukung Iran menyerang empat kota di selatan Arab Saudi pada 8 September 2026. Serangan menggunakan drone dan rudal itu melukai lebih dari 70 orang dan membakar instalasi minyak.
Target serangan meliputi pangkalan udara di Khamis Mushait, fasilitas perusahaan minyak negara di Abha, Najran di perbatasan Yaman, dan Jazan pelabuhan utama Laut Merah. Otoritas Saudi menyebut wanita dan anak-anak termasuk di antara 73 korban luka.
Serangan ini terjadi setelah sebulan relatif tenang. Harga minyak mentah Brent langsung merespons naik lebih dari 2 persen ke level di atas US$99 per barel.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi Kolonel Turki al-Malki menyatakan akan mengambil semua langkah operasional untuk menghadapi pendekatan permusuhan Houthi. Sementara juru bicara Houthi Yahya Saree menuduh Riyadh meningkatkan serangan udara ke Yaman dan menegaskan akan merespons.
Baca Juga
Harga Minyak Bergolak Dipicu Eskalasi Konflik AS-Iran, Brent Menuju US$ 120?
Pada Jumat (11/9/2026), kelompok Houthi dilaporkan merebut Pulau Perim dan kota Dhubab di Provinsi Taiz, Yaman barat, sehingga memperkuat kendali mereka atas Selat Bab al-Mandab.
Sumber militer pemerintah Yaman kepada Anadolu mengungkapkan, Houthi telah menguasai pulau yang dalam bahasa Arab disebut Mayyun itu. Pengambilalihan Pulau Perim berarti Houthi telah menyelesaikan penguasaan mereka atas Selat Bab al-Mandab.
Namun hingga pukul 10.30 GMT (17.30 WIB), baik Houthi maupun pemerintah Yaman belum memberikan komentar resmi mengenai laporan perebutan pulau tersebut.
Pulau Perim memiliki nilai strategis karena berada di tengah Selat Bab al-Mandab dan membagi jalur pelayaran tersebut menjadi dua saluran. Pengambilalihan itu diperkirakan meningkatkan kekhawatiran regional dan internasional terkait keamanan maritim serta pergerakan kapal komersial dan tanker energi melalui Bab al-Mandab.
Dalam perkembangan terkait, sumber militer Yaman itu mengatakan, Houthi juga merebut Dhubab di Provinsi Taiz, sehingga pasukan pemerintah Yaman mundur ke Provinsi Lahij di bagian barat daya.
Dhubab merupakan kota pesisir yang menghadap Selat Bab al-Mandab. Penguasaan kota tersebut semakin memperkuat kendali Houthi atas jalur perairan strategis itu.
Baca Juga
Selat Bab al-Mandab menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan merupakan salah satu jalur terpenting dunia bagi perdagangan internasional serta pengiriman energi.
Houthi sebelumnya merebut seluruh wilayah barat Provinsi Al-Hudaydah setelah memasuki Hays dan Al-Khawkhah. Mereka juga bergerak melalui Taiz barat dan merebut sejumlah kota pesisir Laut Merah, termasuk Mokha.
Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman dilaporkan membuat kemajuan di Provinsi Al-Jawf, Yaman utara, dan bergerak mendekati Al-Hazm, ibu kota provinsi tersebut. Pertempuran juga masih berlangsung di sejumlah front di Provinsi Marib, Al-Bayda, dan Al-Dhale.
Yaman dilanda konflik sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi kemudian melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional. (The Straits Times/Anadolu)
