Kevin Warsh Soroti Inflasi, Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Fed
Poin Penting
|
JACKSON HOLE, investortrust.id - Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyampaikan kekhawatiran terhadap inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi dan membuka kemungkinan suku bunga naik apabila tekanan harga tidak menunjukkan kemajuan lebih lanjut.
Baca Juga
Redam Inflasi, Presiden The Fed Minneapolis Dorong Kenaikan Suku Bunga Bertahap
Dalam pidato yang sangat dinantikan di simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, Jumat (28/8/2026), Warsh menghindari pemberian petunjuk spesifik mengenai arah suku bunga maupun kondisi ekonomi yang secara otomatis akan memicu perubahan kebijakan moneter.
Namun, dia secara tegas mengakui bahwa inflasi masih menjadi persoalan.
“Meski pembacaan inflasi pada musim panas ini lebih baik dari perkiraan, data tersebut tidak menunjukkan kepada saya bahwa tren yang mendasarinya telah membaik secara berarti,” ujar Warsh, seperti dikutip CNBC.
Menurut dia, The Fed harus memastikan inflasi mendasar bergerak menuju target bank sentral secara jelas dan dengan kecepatan yang memadai.
“Kita harus yakin bahwa inflasi yang mendasarinya bergerak menuju tujuan kita, secara jelas dan dengan kecepatan yang cukup. Jika tidak, masih ada pekerjaan yang harus kita lakukan. Itulah tugas, mandat, dan tanggung jawab kita,” katanya.
Pernyataan tersebut langsung meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga.
Berdasarkan CME Group FedWatch, pelaku pasar pada Jumat memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga dalam pertemuan The Fed September mencapai 55,7%. Angka itu meningkat sekitar 20 poin persentase dibandingkan sehari sebelumnya.
Heather Long, kepala ekonom Navy Federal Credit Union, mengatakan Warsh telah membuka peluang kenaikan suku bunga.
“Warsh membuka pintu bagi kenaikan suku bunga The Fed. Kenaikan kemungkinan tidak terjadi pada September, tetapi bisa terjadi pada Oktober atau Desember,” kata Long.
Menurut dia, pernyataan Warsh bahwa data inflasi musim panas belum menunjukkan perbaikan “berarti” membuat pasar obligasi segera memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga.
Ekonomi AS Masih Kuat?
Di luar persoalan inflasi, Warsh menunjukkan keyakinan terhadap kondisi perekonomian AS. Dia mengatakan ekonomi “tampaknya telah menguat”.
Warsh kembali menyoroti manfaat perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan mengatakan belanja dunia usaha maupun konsumen masih bertahan dengan baik.
Dia memang mengakui adanya perlambatan perekrutan tenaga kerja, tetapi mengaitkannya dengan kondisi pasokan tenaga kerja yang mulai mendatar.
Warsh juga menggunakan pidatonya untuk menjelaskan filosofi kebijakan moneter yang ingin diterapkan selama masa kepemimpinannya.
“Saya berdiri di sini hari ini dengan komitmen pada sebuah disiplin, bukan pada sebuah keputusan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan keengganan Warsh untuk mengunci arah kebijakan The Fed sebelum data ekonomi memberikan dasar yang cukup kuat.
Dorong The Fed Lebih “Pendiam”
Warsh juga merespons kritik terhadap pendekatannya yang dinilai terlalu berhati-hati dalam memberikan petunjuk mengenai kebijakan suku bunga.
Inflasi AS saat ini masih berada di atas target The Fed sebesar 2%. Namun, Warsh sebelumnya menolak penggunaan forward guidance secara berlebihan karena menurutnya pasar seharusnya membaca data ekonomi, bukan bergantung pada pernyataan pejabat bank sentral.
Dalam pidatonya, Warsh bahkan berseloroh bahwa apa yang disampaikannya boleh disebut sebagai “kerangka” atau “peta jalan”, tetapi jangan disebut sebagai forward guidance. Menurut dia, praktik tersebut “sudah terlalu lama” digunakan.
Baca Juga
Dorong Reformasi di The Fed, Kevin Warsh Bertekad Akhiri Inflasi Tinggi yang Bebani Warga AS
Warsh menyerukan perubahan hubungan antara bank sentral dengan pasar. Sejak menjabat pada Mei dan memasuki hari ke-100 masa kepemimpinannya, Warsh mengatakan telah membentuk lima gugus tugas untuk mengkaji berbagai fungsi The Fed.
Salah satu tema utamanya adalah mengurangi ketergantungan pasar terhadap setiap pernyataan pejabat bank sentral. Dia menyerukan “The Fed yang lebih pendiam”.
“The Fed memainkan peran penting dalam perekonomian dan pasar. Instrumen kami sangat kuat. Kami menentukan arah suku bunga jangka pendek dan pelaku pasar akan selalu berusaha mengantisipasi apa yang akan kami lakukan selanjutnya,” kata Warsh.
“Namun, kita tidak seharusnya membiarkan kondisi di mana pelaku pasar terutama melihat The Fed untuk menentukan perdagangan mereka berikutnya,” tambahnya.
Formula Kebijakan Fed
Berbeda dengan sejumlah pendahulunya, Warsh juga tidak menggunakan forum Jackson Hole untuk memberikan sinyal eksplisit mengenai arah suku bunga.
Baca Juga
Sinyal The Fed Guncang Pasar, Ini 5 Pesan Penting dari Rapat Perdana Era Kevin Warsh
Pada tahun sebelumnya, mantan Ketua The Fed Jerome Powell menggunakan forum tersebut untuk memberikan sinyal mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga yang kemudian memicu reli kuat di Wall Street.
Warsh justru menolak memberikan “reaction function”, yakni formula atau pedoman yang menjelaskan bagaimana The Fed akan merespons data ekonomi tertentu.
Menurut Warsh, pengetahuan ekonomi yang dimiliki bank sentral belum cukup untuk menetapkan aturan yang selalu dapat diandalkan.
“Pengetahuan kita belum sampai sejauh itu—setidaknya belum saat ini—dan faktor yang paling relevan bagi pelaksanaan kebijakan moneter yang tepat berubah dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Warsh mengatakan selama masa jabatannya, dia dan koleganya akan berupaya membangun model yang lebih dapat diandalkan serta aturan yang lebih kuat untuk membantu pengambilan keputusan.
Namun, dia mengingatkan bahwa akurasi prakiraan ekonomi masih menjadi sebuah aspirasi, terutama ketika geopolitik, rantai pasok global, dan teknologi berubah dengan sangat cepat.
