Redam Inflasi, Presiden The Fed Minneapolis Dorong Kenaikan Suku Bunga Bertahap
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, menyatakan sudah saatnya bank sentral Amerika Serikat mulai menaikkan suku bunga secara bertahap guna memastikan inflasi kembali menuju target 2%.
Kashkari mengatakan langkah kecil yang dimulai lebih awal akan lebih efektif dibandingkan menunggu hingga inflasi semakin mengakar dan memerlukan pengetatan agresif.
Menurutnya, kenaikan suku bunga bahkan dapat dimulai pada September, meski ia tidak memberikan komitmen pasti mengenai waktu pelaksanaannya.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Usai Keputusan The Fed, Dow Jones Ambles Lebih dari 1.100 Poin
Kashkari merupakan satu dari tiga anggota Federal Open Market Committee (FOMC) yang pekan lalu memberikan suara berbeda dengan mayoritas. Ia mengusulkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, sementara sembilan anggota lainnya memilih mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
Ia menilai fundamental ekonomi AS masih cukup kuat.
"Laba perusahaan sangat tinggi. Konsumen masih bertahan. Pasar tenaga kerja juga masih cukup solid. Saya belum melihat bukti bahwa kebijakan moneter saat ini benar-benar bersifat restriktif," kata Kashkari dalam wawancara dengan CNBC, Rabu (5/8/2026).
Sepanjang tahun ini, Federal Reserve mempertahankan suku bunga sambil mengevaluasi perkembangan inflasi dan pasar tenaga kerja.
Meski data inflasi Juni menunjukkan perbaikan setelah ketegangan di Timur Tengah mereda dan harga minyak turun, Kashkari menilai tekanan inflasi akibat gangguan sisi pasokan masih menjadi ancaman.
"Saya lebih memilih mulai bergerak sekarang secara bertahap daripada menunggu hingga inflasi benar-benar mengakar dan memaksa kita menaikkan suku bunga secara agresif," ujarnya.
Komentar Kashkari muncul sehari setelah Presiden Federal Reserve Philadelphia, Anna Paulson, menyampaikan pandangan berbeda.
Paulson menilai tingkat suku bunga saat ini sudah "sedikit restriktif" terhadap perekonomian sehingga belum diperlukan kenaikan tambahan. Ia bahkan menyebut keputusan mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir bukanlah keputusan yang sulit.
Perbedaan pandangan tersebut mencerminkan semakin beragamnya sikap para pejabat The Fed dalam menghadapi inflasi yang masih bertahan di atas target.
Baca Juga
Sinyal The Fed Guncang Pasar, Ini 5 Pesan Penting dari Rapat Perdana Era Kevin Warsh
Kashkari juga mengungkapkan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh tidak memberikan tekanan kepada dirinya meski memiliki pandangan berbeda.
"Dia hanya mengatakan, lakukan apa yang menurut Anda paling tepat bagi perekonomian. Saya sangat menghargai sikap itu," kata Kashkari.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga mulai menguat untuk pertemuan September, meski probabilitas yang lebih besar masih mengarah pada pertemuan Oktober jika data inflasi tetap tinggi.

