AS Sebut Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz Segera Tercapai, Bessent: Bisa Hari Ini atau Besok
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Pemerintah Amerika Serikat menyatakan pembicaraan dengan Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz menunjukkan kemajuan signifikan. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kesepakatan dapat tercapai pada Selasa atau Rabu, yang memungkinkan kapal-kapal komersial kembali melintas dengan prinsip "kebebasan bergerak" (freedom of movement).
Baca Juga
Iran Bantah Ada Perundingan dengan AS, Fokus Bahas Selat Hormuz Bersama Oman
Bessent mengatakan Washington dan Teheran sedang melakukan negosiasi intensif untuk mengakhiri gangguan pelayaran di jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia tersebut.
"Kami sedang berbicara dengan Iran. Ada peluang kesepakatan dapat tercapai hari ini atau besok untuk membuka kembali selat dan membawa konflik menuju kondisi yang lebih normal," ujar Bessent dalam wawancara dengan CNBC, Selasa (4/8/2026) waktu AS.
Ketika ditanya apakah Iran akan diperbolehkan mengenakan biaya kepada kapal yang melintas, Bessent menegaskan bahwa konsep yang dibahas adalah kebebasan navigasi tanpa hambatan.
Prospek kesepakatan tersebut langsung menekan harga minyak dunia. Minyak mentah AS (WTI) turun hampir 6% hingga diperdagangkan di bawah US$76 per barel.
Menurut Bessent, harga energi masih berpotensi turun lebih jauh ketika ratusan kapal yang selama ini tertahan di Teluk Persia dapat kembali berlayar.
Ia menambahkan bahwa dampak positif tidak hanya dirasakan pasar energi, tetapi juga komoditas lain seperti pupuk, produk minyak olahan, hingga gas industri yang selama konflik mengalami gangguan distribusi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington juga memfasilitasi pembicaraan antara Oman dan Iran untuk membuka lebih banyak jalur pelayaran dalam jangka pendek.
"Ada kemajuan dalam pembicaraan tersebut, meski belum mencapai kesepakatan final. Kami berharap hal itu segera terwujud," kata Rubio.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengungkapkan telah membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran demi memberi ruang bagi proses diplomasi terkait Selat Hormuz.
Baca Juga
Trump Batalkan Serangan ke Iran, Sebut Jalan Menuju Kesepakatan Mulai Terbuka
AS dan Iran sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Namun, kesepakatan itu gagal bertahan akibat perbedaan pandangan mengenai rute yang harus digunakan kapal-kapal komersial.
Iran menginginkan seluruh kapal melintasi perairan teritorialnya, sedangkan Washington tetap mengawal pelayaran melalui jalur di dekat pesisir Oman. Perbedaan itu kembali memicu serangan terhadap kapal tanker dan dibalas AS dengan serangkaian serangan udara serta penguatan blokade laut terhadap Iran.
